by

Diduga Oknum Pegawai Bank Bercocok Tanam Selama 6 Jam

-Berita-321 views

koranpemberitaankorupsi.com | Salah satu oknum pegawai bank di bukit kemuning kabupaten lampung utara lampung yang berinisial GA diduga bercocok tanam dengan istri orang di dalam kontrakan nya selama 6 jam, sebut saja si wanita kembang.

Berawal dari alasan sakit, katanya GA sempat sakit 4 hari dan terbaring di kontrakan nya yaitu di desa sukamenanti simpang asam, dengan alasan dia meminta di antarkan nasi bungkus dengan si bunga, karna tak kuat lagi nyetir mobil atau berjalan keluar GA meminta bunga nasi bungkus tersebut di antar ke kontrakan nya, dan bunga pun mengantarkan nasi tersebut, dengan bermodalkan naik ojek, si bunga berangkat pergi ke kontrakan si GA sekitar jam 8. pagi, tak lama si tukang ojek setelah mengantar dia pun pergi dari kontrakan tersebut, tapi si bunga tetap tinggal disana.

Menjelang siang sekitar jam 12. si suami bunga ini penasaran kemana istrinya karna pamit mau ke tanjung tebat maen tempat teman tapi kok lama amat belum pulang, dan karna hari sudah siang si suami bunga tersebut pergi untuk menjemput anak nya yang masih sekolah dasar, anak semata wayang dengan si bunga.

Karna penasaran si suami tersebut melacak signal hp yang di bawa istri, sungguh kaget si suami setelah melihat signal hp sang istri bukan di desa tanjung tebat melainkan tidak jauh dari lokasi dia menjemput anak nya sekolah yaitu di desa sukamenanti simpang asam, dan setelah di cek ternyata singal itu adanya di tempat kontrakan pak DA.

Tak butuh lama si suami pergi dengan membawa anak ke kontrakan pak DA, setelah sampai disana suami melihat semua pintu kontrakan yang ada tertutup semua, tanpa ada satu saja yang terbuka, itu sekitar di pukul 12. siang. Karna sepi dan pintu kontrakan tertutup semua si suami kembali pulang kerumah nya di bukit kemuning.

Setelah sekitar pukul 14. menjelang sore, si istri kembali kerumah, dan sekitar pukul 16.sore si suami meminta mengecek cctv yang ada di lokasi kontrakan pak DA, benar saja, sekitar jam 8 pagi yang ada di dalam vidio cctv istri kesana, dan keluar dari kontrakan sekitar pukul 14 sore.

Saat di tanya, si istri sempat mengelak dan mengatakan bahwa dia maen ketempat teman nya di tanjung tebat, tapi setelah suami menjelaskan semua nya berikut hasil cctv si istri baru mengakui bahwa dia benar pergi ke kontrakan pak DA yang punya kontrakan, tapi di kamar si pegawai bank M yang berinisial GA, dan dia juga menjelaskan kalau dia membantu orang sakit, yaitu mengantar nasi bungkus buat si GA makan, ya selama 6 jam kurang lebih, dan puntu kamar kontrakan di tutup itu alasan nya agar tiadak ada debuan yang masuk, walau jauh dari jalan raya dan masuk gang.

Tapi aneh nya ke esokan hari nya si pegawai bank ini sudah bisa ngantor dan terlihat sehat-sehat saja, mungkin karna nasi bungkus itu dia sudah sehat dan sudah mulai bisa beraktivitas kembali ke kantor bank seperti biasa nya.

Dengan bermodalakan rekaman pengakuan si bunga, dan vidio cctv agar kiranya penegak hukum seperti di polsek setempat dapat membantu si korban, setidak nya si pelaku GA ini di beri efek jera, karna kalau terbukti dia benar ada maen nya dan bercocok tanam dengan istri orang, maka hal ini jangan di anggap sepele, karna tidak menutup kemungkinan istri-istri orang lain nya yang di embat juga karna rayuan kucing garong.

Jangan karna uang kita membuat hal yang bahaya di biarkan, dan juga untuk pimpinan para bank yang ada di bukit kemuning agar kiranya kalau ada anak buah yang berlaku seperti ini secepat nya di pecat, karna itu aib untuk bank tempat anda bekerja, dan tidak menutup kemungkinan istri anda di lirik nya juga, karna itu penyakit, dan bayangkan, untuk para penegak hukum anggota polsek setempat, pimpinan bank yang ada disana dan kita semua, kalau saja terjadi dengan diri kita posisi berdua dengan anak yang masih kecil sedang mencari ibunya, dan di tempat ia berdiri di depan mata ada kamar kostan disana lah istri kalian sedang bercocok tanam denga peria lain, sungguh tak dapat di bayangkan hancurnya perasaan dunia ini gelap, harapan masyarakat agar kiranya untuk penegak hukum agar kiranya dapat memberi solusi kepada korban, entah itu pemecatan pelaku atau yang lain nya, sungguh biadab kita kalau si pelaku masih bisa berkeliaran di kota kecil tersebut, ujar masyarakat. Bersambung. Jhon.R