by

RSUD Jadi RS Pribadi, Direktur AM Pindahkan Peralatan Medis ke Kediaman Gubernur

-Berita-646 views

koranpemberitaankorupsi.com | Layakkah Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura yang berlokasi di Dok 2 yang dikelolah oleh Pemerintah bisa dengan bebasnya seorang direktur mengalihkan sejumlah fasilitas ke kediaman Lukas Enembe di Koya tengah,? Atau barangkali seluruh peralatan penunjang di RSUD Jayapura itu dibelanjakan dan didatangkan dengan uang pribadi Anton Mote (Direktur) dan Lukas Enembe (Gubernur), patut dipertanyakan.

Hal ini tentu bisa membuat banyak pihak berspekulasi tentang penyalagunaan kekuasaan, sehingga apa saja yang diinginkannya tidak bisa dibatasi. Seakan jabatan dan tanggung jawab yang diberikan negara adalah abadi untuk selamanya, terbukti seakan kekuasaan negara bungkam dan membisu tidak dapat berbuat banyak.

Pandangan pragmatic ini jelas memunculkan isu negatif tentang ketidakkonsistennya Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mana bekerja membawahi nurani rakyat dan sebagai perwujudan nilai-nilai kebangsaan, namun seakan dilanda ketakutan pasca kasus Lukas Enembe yang masih bergulir sampai saat ini.

Seharusnya sebagai Lembaga yang memikul mandat negara, tidak seharusnya tunduk pada individu yang membangkang dan berkarakter tidak terpuji, sebab ia disokong oleh kekuatan besar yang mengerikan, jelas yang melihatnya bisa bertekuklutut semua yang hendak menampakan taring.

Satu hal yang kini terkuat kepermukaan, adalah tentang pribadi seorang Anton Mote direktur yang terkesan menyepelehkan nasib dan hak-hak para tenaga kesehatan di rumah sakit yang dipimpinnya. Walaupun bertubi-tubi disuarakan dimedia namun, pribadi yang satu ini tidak bereaksi untuk menyelesaikan segudang persoalan yang dibuatnya.

Pasalnya digembar gembor media, dirinya malah dengan berani mengambil beberapa fasilitas rumah sakit untuk dibawah ke Koya tengah tempat kediaman gubernur, tujuannya untuk mendukung proses pemulihan Lukas Enembe dari sakit penyakit yang dideritanya.

Mengamatinya, Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WAGAB) Provinsi Papua kembali angkat bicara,

Menurut Yerry apa yang dilakukan Dr. Anton Mote sudah terlalu berlebihan dan tidak bisa diterima. Sepertinya RSUD Dok 2 adalah rumah sakit pribadinya gubernur, atau pribadinya direktur Anton, hingga bisa dengan beraninya mengambil dan mengeluarkan fasilitas rumah sakit ke kediaman gubernur di Koya tengah.

” Ini keterlaluan namanya, apa rumah sakit Dok 2 itu milik Anton Mote kah, atau milik Lukas Enembe.,? kok bisa ya, barang-barang rumah sakit yang dipakai untuk menolong orang sakit harus dipindahkan demi menolong pa gubernur. Kenapa beliau tidak langsung saja jalani opname di rumah sakit, kenapa mesti bawah alat dari rumah sakit ke kediaman,.? Seperti raja saja..!!!, Saya stuju dengan gambar yg diposting di tiktok itu, gubernur ini seperti seorang raja jadi harus dilayani oleh si direktur, Bahaya kita,” heran yerry.

Ketua LSM ini juga meminta kepada KPK agar bisa secepatnya memanggil Direktur Rumah Sakit Umum DaerahJayapura, Anton Mote untuk mengaudit laporan keuangan rumah sakit dalam waktu dekat ini, dan mengevaluasi segala ketimpangan yang terjadi di rumah sakit.

Pihaknya juga meminta kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar dapat mengambil sikap tegas terhadap perkara kasus Lukas Enembe, serta bisa mengambil alternatif terbaik demi berjalannya pelayanan birokrasi disegala bidang, harap Yerry mengakhiri. (Redaksi)