by

Penegak Hukum Diminta Usut Tuntas Kasus Pemukulan Terhadap Seorang Ibu

-Hukam-747 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Kobar/Kalteng – Miris,seorang ibu-ibu menjadi korban penganiayaan oleh oknum koperasi simpan pinjam hingga babak belur di kabupaten kotawaringin barat kecamatan Arut selatan kalimantan tengah,jumat(08/07/2022)Malam.

Seorang ibu ber inisial PA pedagang buah di bundaran pangkalan lima pada hari selasa tanggal 5 juli 2022 siang menjadi korban pemukulan oleh oknum mengatasnamakan koperasi harian simpan pinjam inisial SZ.

Berawal dari informasi warga kepada awak media ini bahwa adanya seorang ibu dipukuli oleh oknum koperasi harian simpan pinjam,awak media inipun turun ke lokasi mencaritau kebenaran dari korban pemukulan.

PA korban menceritakan kronologis kejadian kepada awak media ini”saat oknum koperasi SZ datang menagih saat itu saya sedang tidak memiliki uang lalu SZ menghamburkan barang dagangan saya,pungkasnya.

Lanjut PA,melihat dagangan saya di hambur sembari SZ membentak-bentak saya pun dengan spontan meludah dan akhirnya SZ dengan membabi buta memukuli saya,terang PA.

Tidak berselang lama sayapun dengan didampingi anak berangkat ke kantor kepolisian Resor di bagian SPKT.

Setiba di SPKT,saya melaporkan kejadian tetapi saya tidak tau kenapa saya tidak diberikan bukti laporan saya serta saat saya minta visum oknum petugaspun tidak mengantar saya malah menyuruh saya periksa kedokter saja.

Saat saya pergi kerumah sakit dengan maksud ingin visum pihak rumah sakit mengatakan kalau visum harus di dampingi kepolisian bu,kata pihak rumah sakit.

Tak lama kemudian saya kembali ke SPKT dan saya disuruh pulang dan meninggalkan no hp yang bisa dihubungi,terang PA.

“Keesokan harinya Rabu,6 juli 2022 saya dihubungi anggota kepolisian disuruh datang ke kantor dan sayapun diantar oleh anak saya.

Saat tiba disana kamipun diajak berdamai yang mana saya ketakutan karena anak saya sempat disuruh keluar dan tidak diperbolehkan megang hp,sedangkan anak saya sedang chatan bersama suami saya untuk memberikan informasi terkait ajakan perdamaian tersebut.

Dalam perdamaian tersebut saya dan anak saya tidak terima tapi karena kami orang awan yang tidak mengerti apa-apa serta saat anak saya minta ijin ingin memoto surat tersebut untuk dikirim ke suami saya agar suami bisa memberikan pendapatnya tapi oknum anggota melarang anak saya dan akhirnya dengan rasa terpaksa kami menandatangani,terang PA seakan ingin meneteskan air mata .

PA berharap beserta suami penegak hukum bisa mengambil tindakan dengan memakai hati nurani dan segera memberikan efek jera pada pelaku agar tidak adalagi korban pemukulan ibu-ibu lagi di kobar ini oleh oknum tersebut.

Ditempat berbeda Ketua Lembaga Ormas DPD J.P.K.P(Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah)Kobar
Mengatakan”Dalam kasus ini berharap kepala kepolisian Resor (Kapolres)kobar agar menelaah kasus ini semaksimal mungkin,imbuh nya.

Dia mengatakan,dalam menyikapi kasus ini diharapkan pihak kepolisian juga harus menelaah apakah koperasi tersebut legal apa ilegal serta melihat kebelakang bahwa korban pemukulan tersebut adalah seorang ibu-ibu yang sudah berusia.

Intinya kita berharap agar ibu tersebut mendapat keadilan seperti yang diharapkan dan pelaku yang seharusnya menghormati seorang ibu walaupun itu bukan ibu yang melahirkan dia tidak sepatutnya tega melakukan penganiayaan sampai memukul yang mengakibatkan pipi kiri persis dibawah mata mengeluarkan darah dan luka hingga memar dan lebam.tutup ketua DPD J.P.K.P.kobar. Wartawan:L/R