by

Pembangunan Jalan Telford Ogan Lima Diduga Tidak Sesuai RAB

-Daerah-126 views

koranpemberitaankorupsi.com | Lampung Utara – jalan telford adalah lapisan pekerasan yang terdiri dari susunan batu pokok yang berupa batu pecah atau batu bulat yang disusun berdiri, bagian tepinya dibatasi dengan batu tepi dan diatasnya dihampar batu pecah yang lebih kecil mengisi rongga diantara bagian atas batu pokok, kemudian dipadatkan dengan alat pemadat sehingga rata

pembangunan jalan telford yang ada didesa ogan lima, yang mana dugaan masyarakat, sebelum penggelaran batu pokok, tanahnya tidak dilapisi dengan pasir uruq dan penyusunan batu pecahnya pun secara tertidur tidak berdiri, dan terlihat banyak rongga diantara batu pokok, disinilah timbul dugaan masyarakat, kubikasi material pasir dan batunyalah yang dikurangi oleh kepala desa didalam pembangunan jalan telford dengan jumlah dana Rp. 178.594.000 volume 852 m × 3 m

bila melihat dari rumusan volume jalan telford, penghitungan batu pokok adalah panjang × lebar – (2×lebar batu) × tebal batu × koef = .. m3, pasir urug adalah panjang × lebar × tebal uruqan × koef = ..m3,

masyarakat pula mengatakan bahwa pekerjanya dari luar desa ogan lima, padahal jelas dalam surat edaran 4 menteri, setiap desa penerima DD wajib melaksanakan kebijakan 30% dari keseluruhan alokasi kegiatan pembangunan desa, digunakan untuk upah pekerja atau membiayai Hari Orang Kerja (HOK) dalam rangka menciptakan lapangan kerja didesa dan agar daya beli masyarakat desa meningkat, dan masyarakat setempatlah yang bekerja, karena DD desa adalah hak masyarakat bukan mutlak uang pemegang anggaran

dengan tidak melibatkan lapisan masyarakat dalam pengerjaan maupun pengawasan pembangunan jalan telford ini, maka timbul dugaan bahwa kades widodo mengangkangi UU nomer 6 tahun 2014 tentang desa, mungkin demi mewujudkan niatnya untuk meraup keuntungan pribadi dan golongannya, kades widodo menghalalkan segala cara walaupun itu diduga melanggar hukum, bila dihitung dari jumlah dana
Rp. 178.594.000 maka 178.594.000 × 30% (HOK) kira kira hasilnya Rp.53.578.200 inilah untuk memperdayakan masyarakat, mengentaskan kemiskinan dan menambah pendapatan masyarakat ogan lima ungkap masyarakat

adapun menurut masyarakat yang pernah selintas melihat, bahwa kades widodo diduga dibekingi oleh oknum yang membawa senjata “A”, nah disinilah kemungkinan kades merasa gagah dan membodohi masyarakatnya sendiri, kades widodo yang dipilih sebagai pelayannya masyarakat bukan sebagai kades penikmat uang masyarakat

tokoh masyarakat pinta kepada DPMD, inspektorat, APIP supaya dapat mengcroscek pembangunan jalan telford desa ogan lima kecamatan abung barat. KPK Lampung Utara (Red)