by

Anggaran Puluhan Juta Rupiah, Kadisdag Lampura: Hanya Ambil untuk Bahan Laporan

-Daerah-202 views

KPK | Lampung Utara – Terkait adanya lonjakan harga bahan pokok yang terus mengalami kenaikan secra signifikan, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) akhirnya angkat bicara.

Kepala Disdag Lampura, Hendri saat menghubungi awak media melalui sambungan telepon selulernya, Minggu, (19/06) malam mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan bekerjasama dengan pihak ketahanan pangan Pemkab Lampura. Selain pihak ketahanan pangan, pihaknya juga berencana untuk berkoordinasi dengan pihak Bulog untuk membahas terkait rencana diadakannya operasi pasar murah.

Hendri menjelaskan lonjakan harga bahan pokok secara nasional memang ada beberapa item yang mengalami kenaikan harga secara signifikan, diantaranya komoditas cabai, baik cabai merah maupun cabai rawit.

“Kenaikan harga pada bahan pokok tersebut kemungkinan terjadi dikarenakan beberapa faktor, diantaranya hasil panen petani yang kurang maksimal, ataupun pendistribusian ke daerah-daerah yang mungkin mengalami kendala,” jelasnya.

Mengenai pengakuan beberapa pedagang yang menyatakan bahwa pihak Disdag Lampura belum pernah turun, Ia berdalih dengan mengatakan saat tim turun kelapangan pedagang tidak bertemu dengan tim monitoring. Hal itu dikarenakan pihaknya tidak mendata satu persatu pedagang, melainkan hanya mengambil sampel dibeberapa pasar sebagai bahan laporan.

“Sebenarnya kita itu sudah ada tim monitoring lapangan untuk meninjau harga-harga dipasar. Mereka setiap harinya turun untuk mengkroscek apakah ada penurunan atau kenaikan harga bahan pokok dipasar. Mungkin saat mereka turun, pedagang itu enggak bertemu dengan tim, atau tim kita hanya mengambil sampel saja untuk laporan,” kilahnya.

Terakhir, Ia mengakui tim monitoring Disdag Lampura telah ditunjang dengan biaya operasional yang dianggarkan melalui anggaran dinas.

“Anggaran tim monitoring itu betul ada, dan tim itu setiap harinya melaporkan hasil monitoring dilapangan,” tutur kadis.

Berdasarkan data yang dihimpun dilapangan, anggaran untuk pengendalian harga, dan stok barang kebutuhan pokok dan barang penting di tingkat Pasar Kabupaten/Kota mencapai puluhan juta rupiah.