by

PT Sungai Rangit Sampoerna Agro Tbk Rusak Makam, Ini Kata Ketua Fordayak dan Ketua BSP Kobar

-Daerah-168 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Kobar/Kalteng – Masyarakat Dayak Khususnya Kalimantan Tengah Masih kental dengan Adat Budaya serta sangat menjunjung tinggi nilai – nilai budaya leluhur Nenek moyangnya.

Hal ini dapat dilihat dibeberapa tempat salah satunya di Desa Sumber Mukti kecamatan Kotawaringin lama(Kolam) kab.kobar adanya Keramat, makam leluhur, peninggalan bersejarah, serta adat istiadat yang selalu dijaga dan dilestarikan secara turun temurun.

Dengan menjaga dan melestarikan nilai budaya adat dan istiadat membuat masyarakat Dayak hidup rukun damai dan jauh dari sifat permusuhan antar sesama dan juga terhadap Suku lain,Pungkas Ketua DPD Fordayak Kobar Kristianto D Tunjang yang akrab disapa Deden kepada awak media ini,Kamis(19/05/2022)pagi.

Deden mengatakan”Dan untuk diketahui maslh perusakan makam leluhur yang 9 makam isinya 10 zasad Di Desa sumber Mukti kec. Kotawaringin lama kab. kotawaringin Barat oleh pihak perusahaan PT. sungai Rangit sampoerna agro Tbk, sampai sekarang belum terselesaikan,terangnya.

Karena kami penerima Kuasa dan pelimpahan dari 5 ahli waris belum pernah tau adanya menandatangi suatu surat apa pun tentang penyelesaian perusakan makam leluhur itu sampai sekarang,tegas deden.

Konsultan Hukum Franky Anggriawan,S.H.,M.Kn,Saat mendampingi Saudara Unin prihal panggilan pemeriksaan dan klarifikasi atas laporan Dugaan tidak tepatnya penerima dana kompensasi Ahli waris perusakan Makam leluhur yang berada di Desa Sumber mukti oleh Pihak Perusahaan PT.Sungai Rangit Sampoerna Tbk,dan pemalsuan tanda tangan berdasarkan surat pengaduan saudari Unin ter tanggal 27 April 2022.

Dia mengatakan”Dalam hal ini kami sangat berterimakasih kepada pihak kepolisian yang telah profesional dalam menindak lanjuti laporan saudari Unin,pungkasnya.

Dia menambahkan,Saudara Unin tidak ada menerima uang kompensasi sebagai Ahli waris terkait perusakan makam leluhur di Desa sumber mukti yang masuk di wilayah kabupaten kotawaringin barat(Kobar).

Lanjut Frangky,Hal ini sangat merugikan sekelompok masyarakat yang mana bisa memicu konflik se akan-akan Ahli waris telah menyetujui dan menerima uang kompensasi padahal tidak sama sekali,terangnya.

Dia menegaskan,Oknum yang memalsukan tanda tangan sangat tega sekali karena semata-mata untuk kepentingan pribadi mengatasnamakan salah satu Ahli Waris,tutup nya. Wartawan:L/R