by

Mantan Kades Kemalaraja Ahmad Ridwan Diduga Kuat Korupsi DD

-Daerah-109 views

koranpemberitaankorupsi.com | Lampung Utara – dikutip dari beberapa pemberitaan yang terbit, dari menjabatnya kades ahmad ridwan, hingga tumbangnya pada seleksi berkas pilkades sampai tergantikannya jabatan. pemberitaan tentang ahmad ridwan mantan kades yang diduga kuat korupsi Dana Desa yang dilakukannya, namun hingga sampai sekarang masih melenggang bebas tidak terjerat hukum

dari adanya bukti yang senter diperbincangkan oleh masyarakat kemalaraja diantaranya anggaran dana BUMDES tahun anggaran 2018/2019 dengan nilai Rp.73,000,000 (tujuh puluh tiga juta)rupiah, yang dipiktipkan, tanpa ada cerita dan kejelasannya

bahkan tim media ini menemukan rekaman percakapan bendahara desa ahmad supriadi dengan sekdes, kala itu. mengenai tentang kemana angaran dana BUMDES T.A 2018/2019, didalam perbincangan tersebut, mantan sekdes mempertanyakan siapa yang mencairkan dana BUMDES dan dikemanakan dana tersebut, kepada ahmad supriadi yang pada waktu itu menjabat kasi keuangan dan kini menjabat sebagai sekdes kemalaraja, ahmad supriadi, mengakui dirinyalah yang mencairkan dana BUMDES yang ditransper kerekening BUMDES sebesar Rp. 73,000,000 (tujuh puluh tiga juta) Rupiah

dilain pihak mantan ketua BUMDES joko sutrisno mengakui pula telah mencairkan dana BUMDES bersama suryadi, senilai Rp.73juta, namun uang tersebut diambil kembali oleh saudara Ahmad ridwan kades kala itu, dari hasil rekaman yang didapat tim media ini

karena merasa kebal hukum, ahmad ridwan berulang kembali menyelewengkan dana desa diakhir masa jabatannya T.A 2021 dengan tidak menyelesaikannya pekerjaan jalan lapen yang hingga kini terbengkalai, diperkirakan menelan angaran yang dipiktipkan berkirar Rp.60,000,000 hingga Rp.70,000,000, belum lagi senter telah menyelewengkan PPNdanPPH yang pantastis jumlahnya

dalam keterangan beberapa narasumber dan tokoh terkemuka masyarakat kemalaraja, dugaan korupsi yang dilakukan ahmad ridwan mantan kades, telah melampaui batas, bahkan bukan rahasia lagi dimata masyarakat kemala raja namun pada umumnya masyarakat kecamatan tanjung raja, mengetahui adanya dugaan korupsi tersebut, tetapi hebatnya ahmad ridwan tanpa tersentuh hukum, ungkapnya kepada tim media ini

dan beredar isu, bahkan para tokoh masyarakat menilai adanya dugaan kerjasama dengan kades yang terpilih saat ini, karena kades kemalaraja samsuri, tidak sama sekali meminta dan menuntut ahmad ridwan untuk menyelesaikan pembangunan yang terbengkalai maupun dana BUMDES T.A 2018/2019

beredarnya dugaan kerjasama dibuktikan dengan adanya ahmad ridwan yang gugur diseleksi pilkades karena tidak membayar PPNdanPPH, dan mengarahkan keluarga juga masyarakat agar mendukung samsuri kades terpilih saat ini, hingga dengan pengangkatan ahmad supriadi sebagai sekdes kemala raja, yang mana dimasa kepemimpinan ahmad ridwan menjabat kasi keuangan, agar bisa menutupi dugaan korupsi yang dilakukan mantan kades ahmad ridwan ungkap masyarakat 11/05/2022 dikediamannya masing masing

masyarakat desa kemalaraja dengan diwakili beberapa tokoh masyarakat meminta kepada Aparat Penegak Hukum lampung utara dan propinsi lampung, agar kiranya tidak tumpul, dalam menegakan hukum yang sebenar dan seadilnya, yang selayaknya diperiksa dan mempertanggung jawabkan perbuatan yang melanggar undang undang tindak pidana korupsi dan kepada APH lampung utara agar segera memeriksa ahmad ridwan mantan kades dan kroninya, tutupnya kepada media ini

hingga berita ini terbit ahmad ridwan tidak bisa dikonfirmasi tentang dugaan korupsi Dana Desa dimasa kepemimpinannya. KPK Lampung Utara (Tim/Red)

News Feed