by

Diduga Mantan Suami Perebutkan Harta Milik Mertua, Istri Angkat Bicara

-Ragam-125 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Kobar/Kalteng – Dalam sidang perkara di pengadilan Negeri (PN) pangkalan bun Kobar provinsi Kalteng seorang suami yang baru saja melakukan perceraian menuntut/menggugat harta gonogini yang mana merupakan milik mertua.

Perkara tersebut sudah dua(2)bulan masuk ke Pengadilan Negeri(PN)kobar tapi hari ini, Rabu (12/05/2022) siang belum bisa dilakukan karena Hakim yang akan memimpin persidangan ada kegiatan pelatihan,ucap kuasa Hukum dari Fitriyani tergugat Mahdianur,SH.,MH,kepada awak media.

Di tempat yang sama, tergugat Fitriyani menyampaikan bahwa, mantan suaminya itu selalu mengintervensi bahwa harta yang yang di gugatnya berupa sebidang tanah adalah milik bersama dan dari hasil saat mereka berumah tangga padahal tanah tersebut milik ayahnya yang waktu itu meminjam namanya untuk membuat surat kepemilikannya dan itupun ada surat perjanjiannya agar suatu saat bisa di balik nama lagi atas nama ayahnya dan saya rasa wajar saja ayah saya menuntut karena itu memang benar adalah hak miliknya, ujar Fitriyani.

Dia mengatakan”hari ini sebenarnya kita sedang menunggu jadwal sidang wanprestasi gugatan tidak bayar utang Karena pak haji Basir sebagai penggugat,menggugat si tergugat terkait utang piutang,pungkasnya.

Jadi sidang hari ini harusnya sidang mediasi karena sudah beberapakali disomasi tapi tidak ditanggapi sampai hari ini terkait utang piutang.

Hari ini sidang tertunda lagi karena hakim mediator berhalangan hadir karena ada pelatihan di luar.

Dia menambahkan,sebenarnya Resume dari kami dan dari pihak tergugat karena hakim mediatornya berhalangan ada kegiatan lain kita tidak bisa memaksakan akhirnya ditunda.

Perkara atau sidang ini sudah 2 bulan tapi masih dalam tahap mediasi karena para tergugat ada yang tidak hadir bahkan sampai dilakukan panggilan publick melalui Bupati tapi tidak hadir juga.

Maka Hakim menyampaikan kita akan masuk ketahap mediasi yang mana hari ini harusnya mediasi yang kedua selama dalam kurun waktu 2 bulan ini,ucapnya.

Mahdianur sangat optimis bahwa klien nya akan menang dalam perkara tersebut karena kliennya menuntut hak secara Hukum.

Karena klien nya selama ini sudah memberikan kelonggaran kepada sitergugat untuk melunasi utang-utangnya wajar kalau beliau sekarang menuntut Hak nya.

Makanya beliau menunjuk kami sebagai penasehat Hukum nya untuk membantu mendampingi dalam hal ini melakukan gugatan wanprestasi agar hak-hak beliau/klien dibayar tidak ada istilah tidak dibayar karna dalam Agama pun utang piutang itu wajib ditagih,tegas nya. Wartawan:L/R

News Feed