by

Dewan Adat Keerom Bersama Masyarakat Tuntut Janji Bupati

-Daerah-57 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Keerom Papua – Dewan Adat Keerom (DAK) bersama masyarakat peduli Keerom dengan semangat kebersamaan melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor DPRD Keerom. Selasa,(29/3/22)

Aksi demo yang diprakarsai oleh Dewan Adat Keerom tujuannya adalah menuntut Bupati Keerom, Pieter Gusbager agar dapat memberikan penjelasan resmi kepada Para Wakil Rakyat terkait berbagai persoalan pengelolaan pemerintahan dan pengelolahan keuangan yang diamati diabaikan selama ini.

Juga mendesak DPRD Keerom agar dapat menggunakan hak konstitusionalnya yaitu hak interpelasi, serta meminta pertanggungjawaban pemerintah secara politik dan hak angket guna melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan berkesinambungan, serta meminta pertanggung jawaban hukum kepada pemerintah kabupaten Keerom.

Perwakilan aksi demo damai yang dipimpin Ketua Dewan Adat Keerom, Servasius Servo Tuamis dan Pembina Dewan Adat Keerom, Nerius May bersama beberapa orang lainya saat jumpa pers mengatakan,

” Tujuan kami melakukan aksi unjuk rasa ini, adalah demi kepentingan masyarakat Keerom secara menyeluruh, tanpa memandang latarbelakang. Kita merasa terpanggil dan terbebani melihat situasi pemerintahan sekarang dan pengelolahan keuangan yang tidak bagus, ini bagai mimpi buruk harus segera dicari solusi pemecahannya oleh pemerintah bukan malah dibiarkan berlarut,” kata Servasius Servo Tuamis.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat diruangan DPRD Keerom, terlihat ambil bagian didalamnya, Ketua DPRD Keerom Bambang Mujino,SE,. Wakil Ketua, Sigit Widodo,. Ketua Komisi A Iwan Siswanto,. Ketua Komisi B Mat Bara, Ketua Komisi C, dan para anggota DPRD lainnya.

Dari delapan point yang mendasari aksi unjuk rasa diantaranya;

  1. Meminta Bupati Keerom Piter Gusbager menjelaskan secara rinci, jujur dan terbuka mengenai penyelesaian persoalan pembangunan infrastruktur jalan rute Tefalma Towe Hitam, yang mana diperkirakan telah menelan biaya sebesar Rp50 Miliar.
  2. Disesalkan karena tidak dianggarkannya insentif bagi tenaga kesehatan (Nakes) tahun 2021.
  3. Permasalahan Dana Hiba Bansos Tahun 2021.
  4. Permasalahan Data Base Tenaga Honorer yang terdapat di BKD Kabupaten Keerom.
  5. Persoalan Hak-hak ASN yang tidak sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  6. Persoalan kebijakan Bupati Keerom terkait  lahan sawit yang telah diubah menjaid lahan jagung.
    yang masih merupakan HGU dari PTPN dan SHM masyarakat penduduk PIR.
  7. Persoalan Pengangkatan Kepala-kepala SKPD yang lebih banyak diambil dari luar wilayah Kabupaten Keerom, dan mengabaikan tenaga ASN orang asli Keerom yang lahir besar di Keerom, juga ketidak jelasan biaya pendidikan.
  8. Persoalan hutang pihak ketiga yang belum terbayarkan sejak tahun 2020 lalu.

Pada pertemuan itu Ketua Dewan Adat Keerom dalam penyampaiannya mendesak DPRD Keerom agar dapat menggunakan Hak Interpelasi dan Hak Angket untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menuntaskan berbagai hal yang memperburuk kondisi pelayanan di kabupaten Keerom.

Sebab Dewan Adat Keerom (DAK) menilai pemerintahan kabupaten Keerom dibawah kepemimpinan Bupati Pieter Gusbager, hanya menimbun sakit hati dan memupuknya.

” Jujur kami hanya menginginkan perubahan, perubahan pada hal layanan publik, pengelolahan tata pemerintahan yang benar, dan perubahan bagi seluruh sektor pemeritahan yang arahnya membangun dan mensejahterakan rakyat Keerom ini. Tidak memperburuk kondisi yang lama dibiarkan, tetapi Bupati harus memperbaiki sesuai dengan janji beliau,” ujar Servasius.

Lewat aksi demonstrasi damai itu juga seluruh Ketua Adat meminta DPRD Keerom agar ada transparansi mengenai dokumen APBD, LKPJ dan LHP BPK Tahun 2020 sampai 2021.

Mendengar semuanya, pihak DPRD Keerom menyatakan siap menerima semua aspirasi yang disampaikan dan akan sesegera mungkin membentuk Pansus untuk melakukan investigasi dan apabila telah membuahkan hasil, maka secepatnya akan disampaikan.

” Semua tuntutan yang dipercayakan kepada kita, akan kita tindaklanjuti dan hasilnya akan kita sampaikan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini,” ujar Bambang. (Nando)