by

Soal PEN Lampura, LSM GEMPUR Siap Laporkan ke Kejati Lampung

-Berita-233 views

KoranPemberitaanKorupsi | Lampung Utara – Pekerjaan proyek PEN simpang bonglai sampai wilayah kantor kecamatan Abung Tengah tuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya sorotan tersebut datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM GEMPUR) Kabupaten Lampung Utara. Ketua LSM GEMPUR, Ahmad Syarifudin menyayangkan kinerja oknum-oknum Dinas PUPR Lampura yang lemah dalam pengawasan pekerjaan.

“Sangat disayangkan kinerja mereka selama mengawasi pekerjaan yang menggunakan dana hasil menghutang, seharusnya mereka itu kerja dengan baik, apalagi dalam setiap kegiatan itu pasti ada pamrih (honor) untuk mereka yang terlibat dalam sebuah kegiatan,” sesal Syarifudin, Senin, (28/03/2022) dihalaman Pemkab setempat.

Ia juga menegaskan, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengambil langkah strategis. Jika dalam pekerjaan tersebut ditemukan indikasi kecurangan yang mengakibatkan timbulnya unsur-unsur kerugian negara, pihaknya akan melaporkan langsung ke aparat penegak hukum.

“Segera akan kita coba tinjau lapangan, sebab persoalan ini sudah membias. Jika hasil tinjauan kami dilapangan terdapat indikasi kearah korupsi, maka kami akan langsung melaporkan ke Kejati Lampung,” tegasnya.

Bukan tanpa alasan, menurutnya program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dikabupaten Lampura dalam pelaksanaannya langsung dibawah pendampingan Kejari Lampura, namun dilapangan masih menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Pekerjaan itu dibawah pendampingan Kejari Lampura, tapi belakangan ini mencuat pemberitaan awak media yang menyoal pekerjaan fisik disana, jadi sejauh mana pendampingan mereka,” ujar Syarifudin.

Masih kata dia, program PEN di Lampura merupakan upaya pemerintah pusat untuk mendongkrak ekonomi ditengah pandemi Covid-19, sehingga diharapkan dalam realisasinya harus betul-betul berkenaan dan berdampak langsung dengan rakyat, jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan hanya untuk memperkaya diri sendiri.

“Perlu diingat, sumber dana ini hasil dari ngutang, dan bunganya tidak kecil, jadi harus dimanfaatkan betul demi kesejahteraan rakyat, jangan sampai ada oknum yang coba-coba mengeruk keuntungan pribadi dalam program ini. Kita siap laporkan,” tandasnya. (Hamsah)

News Feed