by

Pekerjaan Bronjong Tanpa Papan Proyek Yerry: Ini Proyek Siluman

-Daerah-123 views

KPK | Jayapura Papua – Proyek penanganan longsoran yang sementara dikerjakan dijalan alternatif belakang kolam buaya Entrop kota Jayapura, diduga kuat Proyek Siluman. (Senin,28/03/22)

Hal ini disampaikan Ketua LSM Wagab, Yerry Basri Maak,SH, saat meninjau langsung ke lokasi proyek.

Ternyata benar adanya, proyek pembuatan Bronjong dan Box kalter yang dimulai dikerjakan awal januari lalu hingga bulan maret ini, belum juga terlihat adanya papan informasi yang dipancang agar bisa dilihat oleh publik.

Sebelum berita ini dirilis, Yerry bersama awak media ini sudah dua kali turun ke lokasi proyek guna memperoleh keterangan alasan tidak dipancangnya papan informasi.

Dengan melihat dan mendengar sendiri keterangan para buruh, Yerry pun angkat bicara,

” Saya dengan tegas mempertanyakan Pihak-pihak yang diberi tanggung jawab untuk menangani pekerjaan ini, kenapa sampai bisa anda mengabaikan papan pemberitahuan/papan informasi yang menjelaskan ada kegiatan penanganan longsoran yang sumber anggarannya dari negara? Kenapa tidak kalian junjung :
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Ada juga
Peratuaran Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Pusat Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik. Mengapa semua ini bisa disengaja, ada alasan apa yang membuat pihak PU dan Kontraktor enggan memasang papan informasi,” tanya
Yerry.

Sebelumnya, keterangan yang diperoleh dari beberapa pekerja yang ada dilokasi mengatakan bahwa sudah ada beberapa wartawan yang menanyakan tentang papan proyek, tetapi pihak penanggung jawab menyampaikan bahwa dalam waktu dekat papan proyek akan dipasang, ternyata sampai saat ini masih belum terlihat papan informasi dimaksud.

Jelas dapat memicu spekulasi dan respon publik terhadap Pihak-pihak yang dipercayakan menangani kegiatan proyek tersebut.

” Inikan sangat aneh, kok Pekerja dan juga Mandor tidak mengetahui nama perusahan sebagai pihak ketiga, nama Konsultan Pengawasnya dan Pelaksana proyek. Mandornya hanya tahu nama PPTKnya saja, pak Elias Komba. Cuma yang sangat saya sesalkan adalah, kalau ini proyek penunjukan langsung karena bencana dan kalau kegiatannya dibiayai pihak perusahan, tetapi pengembaliannya pasti dengan uang negara. Entah APBN, APBD, DAK, atau DAU, jelasnya uang negara. Jadi intinya yang namanya proyek yang dibiayai negara harus transparan, jangan ditutup-tutupi seperti ini. Sangat aneh masa pekerja dan mandor semua tidak tahu, jelas ini bisa kita kategorikan proyek siluman,” kata Basri kesal.

Lagi kata Yerry,” Hal-hal kecil yang disepelehkan seperti inilah yang sering berpotensi merugikan negara jika tanpa kontrol dan pengawalan yang ketat,” tambahnya.

Guna memperoleh keterangan yang valid seputar kegiatan proyek dimaksud, awak media ini bersama Ketua LSM pada hari Jumat siang 25 Maret, mampir ke kantor PUPR Provinsi Papua Bidang Bina Marga, bermaksud bertemu Elias Komba selaku PPTK yang menangani pekerjaan tersebut, namun dirinya tidak berada ditempat.

Berdasarkan keterangan pegawai yang sebidang dengan PPTKnya Elias Komba mengatakan, kalau PPTKnya sementara tidak ditempat, lagi diluar Papua.

Demi mendapat tambahan informasi dari PPTK Bidang Bina Marga, langkah konfirmasi dilakukan kembali via whatssap, namun tidak digubris.

Yerry pun berharap kepada semua pihak yang terlibat, dalam hal ini Pihak Dinas PUPR Provinsi Papua dan juga Pihak Perusahan, agar dapat menjunjung tinggi Azas Transparansi Publik.

Baik pada pekerjaan dengan pagu yang besar, ataupun pekerjaan dengan volume kecil, transparansi publik harus diperhatikan.

Mengingat bukan uang pribadi agar bisa seenaknya digunakan, tanpa mempedulikan hukum yg mengontrol kebijakan penggunaan Keuangan Negara,” Pungkas YBM. (Nando)