by

Amankan Demo Penolakan Pemekaran DOB di Yaukimo Personel Gabungan di Turunkan

-Hukam-89 views

KPK | Papua – Sedikitnya 400 Personel gabungan diterjunkan demi mengamankan demonstrasi penolakan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo yang berujung pada keributan.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H dalam rilis yang diterima kemarin.

Dirinya mengatakan, petugas yang melakukan pengamanan tersebut yakni, Satgas Damai Cartenz yang berada di Yahukimo sebanyak 200 personel, ditambah dengan anggota Polres Yahukimo sehingga jumlahnya sekitar 400 personel.

Kamal mengatakan, aksi yang dilakukan sekitar Pukul 10.00 WIT berujung pada pembakaran dan kejadiannya sekitar Pukul 13.20 WIT.

Awalnya massa yang berkumpul pada beberapa titik di Kota Dekai, bergerak menuju Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Yahukimo.

Massa dari beberapa titik ini berjalan sambil melakulan Orasi-orasi kurang lebih 3 jam.

Orasi yang disampaikan awalnya berjalan lancar, namun disaat berakhirnya penyampaian aspirasi itu terjadi gesekan dari masyarakat setempat, berawal dari provokasi yg memicu aksi pembakaran terhadap Bangunan-bangunan Ruko yang berada di sekitar Kantor Dinas Kominfo.

Dampak dari aksi yang dilakukan oleh massa pendemo ini juga menyasar kepada petugas kepolisian setempat sehingga terjadi bentrok massa, dan pembakaran pada beberapa titik.

Akibat dari aksi tersebut 2 orang personel kepolisian menjadi korban, juga dua orang warga meninggal dunia.

Berikut Korban-korban yang meninggal dunia karena terkena tembakan yakni, Yakop Deal (30) dan Erson Weipsa (22).

Adapulah warga yang terkena luka tembak pada bagian paha yakni Etos Itlay dan Luki Kobak.

Lanjut Kamal dalam rilisnya, Selasa 15 Maret 2022 menyebutkan bahwa, anggota polisi yang menjadi korban saat keributan tersebut yakni, Briptu Muhammad Andi yang mendapat luka sobek pada bagian kepala.

” Saat ini anggota kami sedang ditangani oleh tim medis,” katanya.

Kamalpun mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Yahukimo dan Bupati, untuk segera mengambil langkah-langkah cepat dalam menghadapi masyarakat.

“Saya juga segera minta Wadansat (Wakil Detasemen) Brimob Polda Papua untuk mengirim 2 Pleton Brimob ke Kabupaten Yahukimo dengan membawa gas air mata,” Sambungnya.

Sementara pejabat utama yang akan ke Kabupaten Yahukimo yaitu, Kepala Biro Operasional Polda Papua, Direkrut Intelijen Polda Papua, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan dan Wadansat Brimob Polda Papua, untuk bersama mengambil Langkah-langkah kepolisian serta memastikan SOP yang dilakukan sudah benar atau belum. (Nando)