by

Harga BBM Naik, Pertalite di Salah Satu SPBU di Garut Malah Diangkut Pake Truk

-Berita-187 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Garut – Kamis,3/3/2022 PT. Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk tiga jenis produk mulai malam hari tadi tepatnya pada pukul 00.00 waktu setempat.

Terpantau di SPBU Jln. Pembangunan Kp. sukapadang desa Sukakarya Tarkid pada hari Rabu, 2/3/2022 sekira pukul 14 : 30 WIB.
Pengendara motor rela mengantre demi mengisi kendaraannya dengan BBM jenis Pertalite di SPBU tersebut, namun lagi lagi terlihat pemandangan yang tidak seharusnya terjadi.

Pasalnya saat para pe ngendara motor rela mengantre hingga panjang, terlihat operator pada BBM jenis Pertalite justru sedang melayani sebuah truk yang mengangkut puluhan jerigen kosong, bahkan hingga rata bak sedang mengisi BBM jenis pertalitr, dan pengisianya dilakukan tanpa menurunkan jerigen, namun sebaliknya diisi diatas truk mitsubishi engkel Berwarna kuning dengan nomor polisi Z 8177 GZ.

hal ini tentu mengundang keganjilan di masyarakat kalangan pengguna kendaraan roda dua yang notabene akan mengisi BBM jenis Pertalite, termasuk Nara sumber yang merupakan warga desa Cibunar kecamatan Tarogong kidul. Menurutnya apa yang dilihat olehnya hal yang patut untuk dicurigai, soalnya beredar informasi nanti malam tepatnya pukul 00:00 wib. Harga BBM akan naik ujarnya, ini BBM yang ada di pom bensin ini malah diangkut entah kemana, dan tidak diketahui juga akan diperuntukan untuk apa, jangan jangan untuk keperluan industri tandas Narsum yang enggan disebut namanya.

Disisi lain dalam penjelasanya pemerintah menyampaikan, penyesuaian harga BBM umum ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Jual Dasar, Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

temuan adanya pengangkutan BBM jenis Pertalite di SPBU Jln pembangunan tepatnya di sukapadang desa Sukakarya Tarkid ini bukan kali pertama, namun sebelumnya juga sudah terjadi, bahkan ditayangkan dalam pemberitaan di media yang sama, namun tidak ada sanksi apa apa baik dari Hiswana migas setempat, maupun oleh disperindag bidang ESDM kabupaten Garut. (Tim biro Garut)