by

KPM BPNT Dipaksa Belanja di Warung Tertentu

-Ekonomi-93 views

KPK | Diduga kepala Dusun kampung Campang Lapan Kecamatan Banjit Kabupaten Waykanan intimidasi keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT dengan harus membeli sembako di warung milik kepala kampung Campang Kapan, Selasa (1/3/2022).

Beberapa warga kampung campang lapan ke awak media ini mengaku sebanyak 60 KPM menerima bantuan BPNT Rp600.000 didatangi rumah ke rumah oleh Kepala Dusun. Mereka disuruh pak lurah Muji disuruh beli, dibelanjakan dan nebus sembako senilai harga Rp600.000 di warung sembako Kepala Kampung Campang Lapan ada pun sembako yang harus kami beli di warung sembako kepala kampung Mujianto yaitu 3 kampil beras, 3 kg buah pear, 3 kg telor, 3 bungkus kacang hijau, 3 kg kentang, Padahal uang kami sudah kami belanjakan pak sembako di pasar kami juga ngojek ke kantor post nya kalau di belanjakan semua kami enggak ada uang lagi buat ongkos ojek, setelah kami ambil di kantor pos Banjit, uang nya sudah habis tapi kami diharuskan nebus sembako lagi di warung kepala kampung sedangkan uang sudah habis terpaksa kami cari hutangan untuk nebus sembako tersebut,” Tandas mereka

Mengenai kebijakan menteri sosial Republik Indonesia proses penyaluran Sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2022 yang objeknya melalui Pt Pos Indonesia. Dengan ketentuan setiap KPM menerima Rp200 ribu terhitung dari Januari sampai Maret, merupakan keputusan hasil rapat terbatas Pt Pos Indonesia bersama Dirjend Penanganan Pakir Miskin Menteri Sosial Republik Indonesia.

Dalam kebijakan tersebut sangat jelas keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT 600.000, dalam pembelian Sembako bisa dimana saja mau di warung dan di pasar yang penting dana tersebut benar benar dibelanjakan sembako dan keluarga penerima manfaat ini tidak boleh dipaksa untuk membeli sembako kepada seseorang atau dikondisikan sesuai kebijakan Menteri Sosial, tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan tidak boleh dikondisikan oleh pihak manapun

Diduga kepala dusun dan kepala kampung Campang Lapan Muji telah melanggar nawa cita Presiden RI tentang bantuan sosial yang berbunyi jangan ada yang berani main-main dengan bansos dan kebijakan menteri sosial Republik Indonesia telah menyalahgunakan wewenang selaku Kadus dan Kakam Campang Lapan karena disinyalir mengharuskan keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT Rp600.000 membeli sembako di warung Kakam Campang Lapan dengan nilai nominal uang untuk membeli sembako sebesar Rp400.000 (empat ratus ribu rupiah) per KPM BPNT.

Seluruh Keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT kampung Campang Lapan akan menindak lanjuti dan melaporkan kepala dusun dan kepala Kakam Campang Lapan kecamatan Banjit kepada aparat penegak hukum Polres dan kejaksaan Kabupaten Waykanan, karena telah mengintimidasi dan mengharuskan untuk membeli sembako di warung kepala kampung Campang Lapan Mujianto.