by

BPNT Kecamatan Abung Tengah Dikorupsi Berjamaah

-Daerah-240 views

KPK | Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) Di Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara (Lampung) dikorupsi Berjamaah pasalnya bantuan tersebut berupa Beras 10.kg, Telur satu Karpet/ 1,5 kg. Kentang 1.kg , jeruk 1.kg dan kacang hijau 1/2 kg. Total -+ Rp 120.000 ( Seratus dua puluh ribu rupiah ) dari anggaran dana Rp 200.000 ( dua ratus ribu rupiah ) dan beras yang di saluran itu bukan beras premium melainkan beras pra atau beras bulok …

hal tersebut di benarkan oleh gunawan warga Desa Gunung besar salah satu satu agen E-Warung penyalur BPNT Gunawan menjelaskan bahwa penyaluran BPNT yang dia salurkan ada dua (2) desa yaitu Desa Neglasari dan desa gunung besar, lanjut Gunawan ” saya hanya menyalurkan apa yang saya terima dari suplayer sesuai jumlah Keluarga Penerima Manpaat ( KPM ) masalah kualitas dan total belanja sembako saya tidak tau berapa rupiah . Dan saya masih menggunakan mesin gesek milik ibu Herawati warga desa sribandung dan beliau seklaigus selaku Tenaga Suka Rela Kecamatan ( TKSK ) kecamatan Abung Tengah , saya dari setiap penyaluran BPNT setiap bulan nya dapat fee dari pak Arifin selaku suplayer sebesar Rp 4000 ( empat ribu rupiah) per KPM Untuk lebih jelas nya silahkan konfirmasi dengan pak Bambang selaku koordinator daerah (Korda) di Dinas sosial Lampung Utara tutur Gunawan.

Terpisah. saat di konfirmasi oleh wartawan media ini ibu Herawati atau akrap di panggil Mak penti warga sribandung beliau seakan menutupi prihal penyaluran BPNT , saya hanya pendamping kecamatan saja dan saya tidak tau siapa nama suplayer dan nama perusahaan yang menyalurkan BPNT tersebut soalnya saya tidak banyak tau tentang hal itu ujar nya.

Dalam hal ini menurut Ujang selaku Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di Lampung Utara , persoalan ini harus di ungkap sampai ke akar nya karna sudah merugikan rakyat dan keuangan Negara yang di lakukan oleh oknum suplayer penyaluran BPNT di kecamatan Abung tengah, demi mencari keuntungan sebesar mungkin dalam Program BPNT dan saya berharap kepada aparat penegak hukum ( APH) agar bisa bertindak tegas terhadap oknum suplayer tersebut pungkas Ujang @ tim