by

Diduga SPBU di Garut Selewengkan BBM Bersubsidi untuk Keperluan Industri

-Berita-241 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Garut – Kamis,10/2/2022 Keluhan dan antrian panjang dari konsumen yang akan mengisi bahan bakar di SPBU no.34.44.121 yang berlokasi di jln.pembangunan (cikamiri Sukapadang kec. tarogong kidul garut ).

Hal tersebut ditemukan oleh tim awak media yang sedang melintas di depan SPBU tersebut, tepatnya pada hari Rabu tanggal 02/02/2022 pukul 09.30 Wib. Dalam pantauan tim awak media terlihat ada sebuah mobil truk (angkel) plat kuning dengan nomor polisi D 9303 YT sedang mengisi Bahan bakar jenis Pertalite menggunakan Jerigen, dengan jumlah puluhan jerigen diatas truk tersebut.

Sebagaimana diketahui beberapa hari kebelakang bahan bakar jenis pertalite sempat kosong di beberapa SPBU yang ada di kabupaten garut, hal ini disampaikan oleh salah seorang konsumen pengendara motor yang akan mengisi bahan bakar jenis pertalite, yang sebelumnya bermaksud akan mengisi bahan bakar di SPBU jln.Suherman (Ciateul kec. tarogong kaler), ternyata yang ada hanya PERTAMAK, dan sungguh kecewa ketika sudah datang ke SPBU jalan pembangunan, sedang terjadi Antrian panjang, apalagi melihat ada truk sedang mengisi ke Jerigen dengan jumlah yang sangat banyak, malahan hampir rata dengan bak dari truk tersebut yang menggunakan penutup terpal warna biru.

Selanjutnya Awak media sempat menanyakan kepada petugas operator SPBU yang maksud, tepatnya di jalur pengisian BBM roda 2/sepeda motor, dan jawabannya sangat mengagetkan, silahkan ke Manager saja pak, jawab si operator yang enggan disebut namanya, seketika itu juga awak media bergegas menuju kantor SPBU 34.44.121, dan menanyakan Manager atau penanggung jawabnya, sesampainya awak media tiba di kantor personalia di ruangan yang di tunjuk oleh petugas operator, di ketahui hanya ada satu orang dengan jawaban bapaknya lagi keluar tutupnya singkat.

Untuk mengetahui lebih jelas, tim awak media mencoba menghubungi salah satu pengurus Hiswana migas kabupaten Garut (Epi Hartaz), sebelumnya perkenalan tim awak media dijawab dengan lugas oleh Epi, namun ketika dikonfirmasi terkait adanya dugaan pelanggaran oleh salah satu SPBU yang beralamat tersebut diatas, seketika itu pula pengurus Hiswana Migas Garut itu tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh tim awak media dengan alasan yang tidak jelas, alias bungkam membisu seribu bahasa.

Perlu diketahui oleh khalayak, bahwa terkait kebutuhan BBM Bersubsidi jenis Pertalite, akhir akhir ini menjadi barang yang sangat langka, khususnya buat kalangan masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua, namun SPBU tersebut diatas diduga telah berlaku ceroboh dengan melayani pembelian BBM jenis Pertalite, dengan menggunakan jerigen Kapasitas 40 liter, hingga penuh bak mobil engkel tersebut pada siang bolong.

Sedangkan masyarakat yang notabene menggunakan kendaraan roda dua, rela mengantri hingga panjang. Hal ini diduga terindikasi Kuwat melanggar Undang undang Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak tanah dan gas bumi, BAB XI ketentuan Pidana, khususnya pasal 55).

Hingga berita ini ditayangkan, pengurus Hiswana Migas Garut terkesan cuek bebek dengan adanya persoalan tersebut diatas. Dan dengan ditanyangkanya berita ini, maka sudah seharusnya Aparat penegak hukum (APH) baik kepolisian maupun kejaksaan negeri Garut, melakukan tindakan penegakan hukum, karena peristiwa tersebut Diduga merupakan tindak pidana, demi tegaknya supremasi hukum aparat dapat melakukan penegakan hukum dengan melakukan penyelidikan, dan penyidikan sesuai kewenangannya.

Kontributor : S. Afsor/ Tim Biro Garut
Publisher : Red