by

Pasukan BSP dan DPD Fordayak Kobar Minta Hukum Adat Pelaku Penghina Kalimantan

-Berita-234 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Kobar/Kalteng – Viralnya video penghinaan Kalimantan yang di lakukan Edy cs membuat ormas kemasyarakatan dan kesukuan khususnya yang berada di Kalimantan Tengah (Kalteng ) menjadi geram.

Ketua dari DPD Fordayak Kobar Kristianto D. Tunjang dengan tegas mengatakan, kami sangat merasa sakit hati sekali terhadap penghinaan yang di lakukan oleh Edy Mulyadi cs yang mengatakan bahwa Kalimantan tempat jin membuang anak, kuntilanak dan genderuwo serta Kalimantan adalah monyet,kami meminta kepada pihak yang berwenang untuk menangkap serta menghukum Edy Mulyadi cs sesuai hukum yang berlaku di NKRI dan sekaligus menghukum adat si pelaku cs sesuai adat yang ada di pulau Borneo Kalimantan karena kata-katanya sudah sangat di luar batas dan sangat menyinggung serta membuat sakit hati orang-orang yang bertempat tinggal di Kalimantan, tegas Deden.

Deden juga menyampaikan, meskipun hukum positif sudah di laksanakan tetapi hukum adat tetap juga di berlakukan kepada si pelaku cs agar ke depannya tidak ada lagi penghinaan terhadap orang-orang Kalimantan, jujur, kami merasa sangat terhina sekali dengan perkataan Edy Mulyadi cs ini, ungkap Deden.

Di tempat terpisah, ketua Borneo Sarang Pruya (BSP) Willy juga menyampaikan, kami dari BSP juga merasa kecewa dan sakit hati atas perkataan Edy Mulyadi cs yang sekarang sedang viral di media sosial atas penghinaan terhadap Kalimantan dengan mengatakan Kalimantan adalah monyet, tempat jin membuang anak serta kuntilanak dan genderuwo dan kami juga meminta kepada pihak yang berwenang agar secepatnya menangkap dan memproses pelaku penghinaan terhadap Kalimantan yaitu Edy Mulyadi cs serta menyerahkannya ke hukum adat sesuai hukum yang ada di Kalimantan karena ini sudah sangat mengiris hati orang-orang yang ada di Kalimantan, ujar Willy.

Pembina BSP sekaligus sebagai ketua DPD Fordayak Kobar dan ketua BSP meminta kepada MADN untuk sesegera mungkin untuk menghukum adat si pelaku bersama rekannya agar ke depannya tidak ada lagi orang yang berani menghina Kalimantan. Wartawan:L/R.

News Feed