by

Dari Fiktif Hingga Bangunan yang Tidak Sesuai Desa Suka Mulya

-Daerah-77 views

koranpemberitaankorupsi.com | Lampung utara – Lagi lagi dugaan fiktif angaran dalam mengelola angaran dana desa mencuat ke publik terbukanya APBdes desa suka mulya kec Tanjung raja lampura yang mengangarkan perehaban rumah adat kembali terjadi setelah sebelumnya tertera di APBdes desa pengaringan perehaban rumah adat kini desa suka mulya yang mengangarkan perehaban rumah adat .

terbukanya APBdes desa suka mulya yang mengangarkan perehaban rumah adat padahal rumah adat itu sendiri tidak ada di desa suka mulya.

belum lagi adanya pembangunan draenase dan rambat beton pada tahun angaran 2019 yang juga di duga tidak sesuai yang di harapakan baru setahun sudah keropos karena kurangnya semen dalam membuat rambat beton tersebut.

awak media koran pemberitaan korupsi ketika melihat lokasi jalan yang di bangun pada tahun 2019 benar sudah mulai rontok adukanya padahal menurut keterangan masarakat sekitarnya 23/10/21 jarang sekali dilalui kendaraan roda empat , tetapi jalan tersebut seperti sering dilalui kendaraan roda empat hinga pada rontok .

masarakat berharap kedepan desa suka mulya melaui kepala deaa YAYAT harus lebih terbuka dan transparan dalam merealisasikan angaran dana desa kepada masarakat ,

masarakat juga mengatakan kalo tidak pernah ada rumah adat di desa sukamulya bahkan dengarnya saja baru kali ini ketika melihat APBdes ungkapnya .

bila benar APBdes desa suka mulya tersebut mengangarkan perehaban rumah adat dan dana tersebut tidak disalurkan alias di fiktipkan oleh YAYAT selaku kepala desa masarakat meminta penegak hukum memproses seluruh kegiatan Angaran Dana desa dari awal digulirkanya angaran dana desa pada tahun 2016 Hinga tahun 2021 , bila benar terbukti melakukan hal yang diduga fiktif baik perehaban rumah adat dan lain lainya kepala desa harus mempertangung jawabkan perbuatanya dimata hukum sama persis seperti apa yang dilakukan kejari lampura dan polres lampung utara kepada SAWALUDIN dan Pahrul Rozi ungkap masarakat sekitar kepada awak media koran pemberitaan korupsi 24/10/21. ( Arfa )

News Feed