by

Sidang Adat PT Sungai Rangit Sampoerna Diduga Tidak Sesuai Hukum Adat

-Daerah-363 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Kobar/Kalteng – Sidang adat sengketa lahan kuburan warga desa Sumber Mukti dengan PT.Sungai Rangit Sampoerna yang di adakan di rumah Betang desa Pasir Panjang kecamatan Arut Selatan tidak sesuai dengan Hukum Adat yang di buat di Tumbang Anoi,senin (27/09/2021).

Hasil konfirmasi kami dengan salah seorang ketua dari ormas dayak,BSP (Borneo Sarang Pruya) willy mengatakan, “kami sangat kecewa sekali dengan sidang adat yang kami anggap membuat keputusan sepihak,karena sidang adat ini di hadiri oleh mantir dan demang adat dari beberapa desa yang ada di kecamatan Kotawaringin Lama dan kecamatan Arut Utara,kabupaten Kotawaringin Barat,kenapa ini saya katakan sepihak,karena saat di berikan waktu sebelum keputusan itu di bacakan dan di sahkan,demang serta mantir adat atau timlet yang hadir tidak di berikan waktu untuk melakukan musyawarah,hal ini jelas,kehadiran demang dan mantir adat tidak berfungsi sama sekali,bahkan yang lebih mirisnya lagi ketua sidang adat bukan orang dari Kobar,keputusan yang di buat pun benar-benar tidak sesuai dengan Hukum Adat yang di buat di Tumbang Anoi,ungkap Willy.

Di tempat terpisah,salah seorang mantir adat mengatakan,permasalahan penggusuran lahan kuburan yang di lakukan oleh pihak perusahaan PT.Sungai Rangit Sampoerna ini,kami tidak mengada-ada dan kami ingin keputusan ini sesuai dengan permintaan ahli waris serta sesuai dengan Hukum Adat yang di buat di Tumbang Anoi sebesar 45 Kati Ramu tetapi malah di ganti dengan bosi 16,kami pun tidak mengerti apa arti bosi 16 ini dan dasar hitung-hitungannya bosi 16 ini darimana,

selain itu,yang bersengketa ini kan kita dengan pihak perusahaan tetapi kenapa tanda tangan kesepakatan kami tidak di libatkan khususnya dari ahli waris, intinya kami merasa sangat kecewa sekali dengan hasil keputusan sidang adat hari ini dan kami pun akan mengambil langkah selanjutnya dan tidak akan berhenti sampai disini agar Hukum Adat ini benar-benar di tegakkan sesuai perjanjian Hukum Adat di Tumbang Anoi serta tidak mengambil keputusan sepihak sehingga Hukum Adat yang sebenarnya menjadi terabaikan,kita menjatuhkan sangsi adat ini tidak sembarangan,kami menyesuaikan Hukum Adat yang di sepakati di Tumbang Anoi,padahal sebelum sidang adat di sini kami sudah melakukan kesepakatan dengan pihak perusahaan dengan sangsi yang kami berikan tetapi kenapa saat di sini berbeda dan bahkan demang serta mantir adat yang hadir tidak di libatkan dalam musyawarah,ada apa,terang Mantir dengan nada kecewa. Wartawan:R/L.

News Feed