by

BRI Unit Banyuresmi Umumkan Penerima BPUM Hanya Bisa Mencairkan 1 Kali Saja?

-Ekonomi-144 views

Koranpemberiraankorupsi.com | Garut – Jumat,23/7/2021 Jaring pengaman sosial(JPS) berbentuk bantuan sosial kepada pada pedagang kecil/UMKM, kini digelontorkan lagi dalam bentuk program Bantuan Permodalan Usaha Mikro (BPUM) tahap ketiga. Hal itu dilakukan pemerintah dalam rangka memberikan stimulus atau kompensasi, kepada masyarakat UMKM yang terdampak atas kebijakan penanganan Corona virus disease(Covid -19) yang telah ditetapkan menjadi bencana kesehatan nasional sejak bulan April 2020 hingga saat ini.

;Namun berbeda halnya dengan yang dikeluhkan oleh ratusan keluarga yang notabene pedagang kecil, dan tercatat sebagai penerima manfaat(KPM) bantuan Produktif usaha mikro(BPUM) yang ada diwilayah kecamatan Banyuresmi, contoh kasus, puluhan orang emak emak yang tepatnya berada di RT.01 dan RT.02 RW.01 Desa Bagendit menyampaikan kepada awak media kpk, bahwa beberapa hari sebelumnya dirinya sudah menerima pemberitahuan dari bank BRI melalui Laman eform BRI, dengan nomor referensi antrean yang sudah tercantum didalam pemberitahuan tersebut.

Baik yang tercantum dijadwalkan kemarin(Kamis), maupun hari ini Jumat 23/7/2021, namun semua KPM ini mendapat informasi yang berbeda dari pihak bank BRI Unit Banyuresmi selaku bank penyalur, bahwa yang telah mendapatkan BPUM yang besarannya 1.2 juta pada tahap sebelumnya, sekarang tidak dapat lagi mencairkan, dengan alasan kali ini giliran yang masih belum menerima ujar emak emak dengan nada kecewa.

;Yang lebih membuat mereka heran lagi, ada yang minta print out buku tabungannya tidak dilayani, hanya dichek sendiri oleh Costumer Service dan cukup dengan jawaban tidak ada, namun permintaan print out tersebut tidak ditanggapi tandasnya. Hal ini jelas membuat kami bertanda tanya, yang namanya KPM minta diprint out buku tabungan itukan wajar, harusnya dilayani saja masalah ada dan tidaknya nanti dapat terbukti dihasil print outnya, pungkas salah satu KPM yang sehari harinya berjualan di Arel wisata situbagendit namun kini berjualan dirumah, dikarenakan bagendit sedang dibangun.

“Selanjutnya mereka berharap, bank BRI harusnya terbuka saja kepada KPM, karena bantuan tersebut dalam rangka penganan Covid -19 terhadap para pengusaha kecil yang jelas jelas terdampak oleh kebijakan pemerintah.

Untuk lebih jelasnya awak media kpk melakukan konfirmasi kepada kepala unit Bank BRI kecamatan Banyuresmi, namun sayang sang kepala tidak sedang berada dikantor akhirnya ditemui oleh seorang mantri yang bernama Irfan.

Dikatakan Irfan, bahwa terjadi kesalah fahaman dari KPM atau simpang siur terkait hal tersebut, untuk bantutuan BPUM tahap tiga yang besarannya Rp.1.200.000 hanya berlaku satukali saja, memang awalnya terbaca oleh sistem namun disaldo tidak ada, itu berdasarkan kebijakan dinas koperasi ujarnya.

Terkait nasabah yang minta dilayani untuk print out buku tabungannya Irfan berkilah, jika nasabahnya langsung yang meminta pasti akan kami layani tandasnya, terkait jumlah KPM BPUM yang tercatat sebagai penerima ditahun 2021 memang jumlahnya cukup banyak namun perihal data itu ada di bidang CS Dan bukan ranah saya untuk menjelaskan ujar irfan.

Irfan juga menjelaskan, perihal data KPM itu merupakan kerahasiaan bank, hal itu dalam rangka melindungi data nasabah, terkait dasar hukum tadi saya tegaskan bank unit ini hanya sebagai penyalur saja, terkait kebijakan itu adanya dikemnterian koperasi dan usaha mikro(KUKM) dengan BRI pusat pungkasnya.

Apa yang dinyatakan oleh Salah Satu petugas BRI unit banyuresmi ini silahkan dinilai sendiri oleh masyarakat, karena yang dikonfirmasi ini adalah sebuah kebijakan nasional, dan anggaranya bersumber dari APBN jika dalam implementasinya ada dis informasi sehingga menimbulkan pertanyaan dikalangan masyarakat, ya perlu diluruskan.

Namun perlu diketahui oleh khalayak, wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik juga dilindungi oleh UU.Nomor 40 tahun 1999 tentang pers, pasal 6 huruf a, d, e. dan Pasal 8 yang berbunyi; Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum. Penulis : S. Afsor (Kabiro Garut)

News Feed