by

Seorang Pejabat Diskominfo Kabupaten Kediri Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

-Hukam-390 views

koranpemberitaankorupsi.com | kabupaten Kediri – Dalam jumpa pers, yang digelar Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Korps Adhyaksa ini telah menetapkan satu tersangka yang merupakan mantan pejabat pada Dinas Kominfo Kabupaten Kediri yang berinisial S. Hal ini disampaikan Sri Kuncoro. SH. MH, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kediri dihadapan para jurnalis, Rabu (21/07).

Dalam Hal ini Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri menemukan Kerugian Negara mencapai 853 juta atas Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dilakukan mulai tahun 2019, atas dugaan Penggunaan anggaran secara fiktif, berupa Kegiatan sosialisasi ke sejumlah desa ternyata tidak dilakukan sesuai laporan.

Sri Kuncoro SH. MH Selaku Kajari ( Kepala Kejaksaan Negeri ) Kabupaten Kediri Menyampaikan “Inisialnya adalah S, beliau ini sudah purna, aktif di Bidang PIP pada tahun 2019,” jelasnya.

Selanjutnya, Sri Kuncoro juga sedikit menjelaskan, dalam kasus ini yang menjadi masalah adalah pihak bidang Pengelolaan Informasi Publik Kominfo Kabupaten Kediri, diduga melakukan kegiatan fiktif yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

“Jadi uang yang dikeluarkan dalam kegiatan itu ada, tetapi di lapangan kegiatan itu tak ada,” terangnya dari Dinas Kominfo,” ucap Sri Kuncoro.

Ditambahkan Kajari, penyelidikan ini sempat tertunda dan baru dilanjutkan Oktober 2020. “Salah satu kendala penghitungan kerugian yang kita lakukan, tidak sama dengan PIP. Kemudian menemukan bidang baru pada Dinas Kominfo,” imbuh Sri Kuncoro.

Selanjutnya Sri Kuncoro menyakini bahwa adanya keterlibatan pihak lain atau pejabat besar di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

“Saya meyakini tindakan korupsi ini tidak akan berjalan sendiri tetapi dilakukan secara korporasi (bersama),” tuturnya.

Sri Kuncoro juga memastikan, bahwa pihaknya sudah memiliki bukti yang kuat dan memeriksa sejumlah saksi
“Semuanya sudah kami periksa mulai saksi dan Kabid, untuk jumlah riilnya kami lupa, berkasnya sudah ada,” tutur Sri Kuncoro.

Terhadap inisial S ini, selama proses penyelidikan diwajibkan untuk melakukan wajib lapor selama 2 kali dalam satu Minggu.

“Tersangka akan kami lakukan pencekalan kepada imigrasi,” jelasnya. akan dilakukan pencekalan sebelum dilakukan penahanan. “Kami akan koordinasi dengan Intel dan Imigrasi, agar S tidak keluar kota atau bepergiaan sebelum kami lakukan penahanan,” tegasnya, dalam jumpa pers di Aula Kejari. (lisa Ds)

News Feed