by

Warga Desa Susukanrejo Bikin E-KTP Tujuh Ratus Ribu Rupiah

-Daerah-57 views

koranpemberitaankorupsi.com | Pasuruan – “Setiap pejabat dan petugas pada desa/kelurahan, kecamatan, UPT Instansi Pelaksana dan Instansi. Pelaksana yang memerintahkan dan/atau memfasilitasi dan/atau melakukan pungutan biaya kepada Penduduk dalam pengurusan dan penerbitan Dokumen Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79A dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah)” Hal tersebut tercantum dalam pasal 95B UU Nomor 24 tahun 2013:

dilansir dari metropostnews terkait Pengurusan Kartu Tanda Penduduk Elektronik milik mudawama (60), warga Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan ditarik biaya sebesar Rp. 700.000,oleh salah satu perangkat desa setempat beberapa waktu lalu.

Munip, anak kandung dari mudawama menyampaikn pada awak media metropostnews, “awal mulanya ia hendak melakukan pengurusan E-KTP di desanya, ternyata didatangi oleh Rohim selaku Kasun Susukanrejo III, Desa Susukanrejo ke rumahnya serta meminta uang pengurusan sebesar Rp 700.000.”kamis09/06/21malam

“Beberapa waktu yang lalu, Pak Rohim itu langsung ke rumah dan bilang kepada saya untuk biaya pengurusan e-KTP sebesar Tujuh Ratus Ribu Rupiah, padahal saya sudah meminta keringanan tapi Pak Rohim tidak mau, akhirnya saya bayarkan sesuai permintaannya sebesar Tujuh Ratus Ribu Rupiah kepada Pak Rohim,” ungkap Munip.

Saat ditemui tim media. Rohim, Kepala Dusun Susukanrejo III mengakui kalau dirinya menerima uang dari Munip untuk pengurusan e-KTP baru.

“Iya, uang pembuatan e-KTP baru dari saudara Munip, saya yang menerimanya sebesar Rp. 700.000,” akunya.

Rohim mengaku, dari uang tersebut ia mendapatkan komisi sebesar Rp. 25.000 dari seorang calo.

“Saya dari calo itu mendapatkan uang bensin saja, sebesar Dua Puluh Lima Ribu Rupiah,” tutupnya.

Menanggapi kabar tersebut, Rijono, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Susukanrejo sangat menyayangkan kejadian tersebut, sekaligus memberikan peringatan keras kepada Kasunnya.

“Usai kabar itu meluas, kami langsung memanggil seluruh perangkat desa untuk di ajak berkordinasi dengan pak camat dan pak kapolsek ” ungkapnya. (Team Redaksi)

News Feed