by

Pembagian Kartu BPNT di Desa Pamekarsari Mengabaikan Prokes

-Daerah-274 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Garut – Rabu,10/3/2021 Pembagian Kartu BPNT Peralihan dari BNI ke MANDIRI didesa Pamekarsari berpotensi menciptakan klaster baru sebaran Covid -19, terpantau oleh awak media sejak awal pembagian ratusan KPM BPNT berkerumun menunggu giliran pembagian.

“Hal ini terjadi dikarenakan kurang cermat nya penyelenggara acara, yang notabene dipandu oleh TKSK dan Pendamping PKH kecamatan banyuresmi. ;Pembagian kartu BPNT Peralihan ini dilaksanakan tepatnya di GOR desa Pamekarsari Kecamatan Banyuresmi Garut.

“Terpantau kegaiatan ini juga didampingi oleh sekmat Banyuresmi dan SATPOL PP kecamatan banyuresmi namun keduanya tidak lama berada dilokasi pembagian entah apa sebabnya, untuk sementara belum diketahui.

” Tak berselang lama terlihat Babinsa dan babinmas desa Pamekarsari terlihat baru datang dengan menggunakan kendaraan roda dua, sempat dikonfirmasi oleh awak media bahwa tidak ada koordinasi sebelumnya terkait kegiatan ini kata Babinsa, namun akan saya tertibkan agar para KPM BPNT ini tidak berkerumun pungkasnya sambil bergegas.

“Sangat disayangkan kegiatan pembagian ini seharusnya dikoordinasikan terlebih dahulu dengan satgas Covid -19 desa Pamekarsari, karena belakangan didesa ini angka orang yang terkonfirmasi positif Covid -19 terus bertambah.

Untuk mengetahui lebih jelas, awak media berusaha mengkonfirmasi petugas TKSK/Pendamping PKH yang menyelenggarakan kegiatan, dan dijelaskan oleh pendamping PKH (otih Ratna gumbira) sebenarnya saya sendiri adalah pendamping PKH, dan untuk kegiatan ini bukan ranah saya untuk menjelaskan, namun menjadi tanggung jawab TKSK ujarnya.

“Selanjutnya terkait koordinasi dan tekhnis pelaksanaan, dirinya membenarkan tidak berkoordinasi dengan Babinsa dan babinmas, namun hanya melakukan koordinasi dengan aparat desa, saya sudah menghimbau kepada KPM agar hadir dengan menggunakan masker, dan tidak berkerumun, namun tahu sendiri masyarakat pungkas otih.

“Seharusnya TKSK (Ai Komariah)bertanggung jawab atas kegiatan yang diselenggarakan, namun sangat disayangkan yang bersangkutan justru tidak berada ditempat, padahal awalnya Ai Komariah sempat terlihat, namun ketika hendak dikonfirmasi keberadaanya tidak diketahui dan terkesan tidak bertanggung jawab.

“Kejadian seperti ini bukanlah contoh yang baik bagi masyarakat, dimasa wabah Corona virus disease sedang melanda, disisi lain pemerintah sedang berupaya keras menekan merebaknya sebaran Covid -19 namun disisi lain kerumunan diciptakan oleh pembagian kartu program bantuan sosial pangan non tunai (BPNT). (S. Afsor)