by

Miris, Madrasah Nurul Huda Belum Tersentuh Bantuan

Koranpemberitaankorupsi.com | Sukabumi – Peran madrasah yang begitu besar dalam membentuk akhlak dan moral generasi muda perlu pendapat perhatian serius dari pemerintah. Terlebih, Pasal 17 dan 18 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menempatkan madrasah setara kedudukannya dengan sekolah. MI setara dengan SD, MTs setara SMP, MA setara dengan SMA, MAK setara dengan SMK,dan juga tertuang dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014. Meski setara secara status, sayangnya dari sisi anggaran antara madrasah dan sekolah masih ada ketimpangan.

Tak terkeculi dengan Madrasah Diniah Yang terletak di KP. Selabuana RT 05 RW 01 Desa BuanaJaya Kecamatan Bantargadung sebagi satu -satunya madrasah di Kp. Selabuana kondisinya sangat memprihatinkan dan perlu uluran tangan baik dari pemerintah ataupun donatur.

Madrasah yang dibangun tahun 1985 diatas tanah wakaf itu sampai saat ini tidak pernah mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah.

Madrasah dibangun karena keprihatinan masyarakat terhadap kondisi pendidikan dan merupakan satu-satunya madrasah di Kp. Selabuana.saat ini madrasah itu mendidik 160 siswa dan Siswi Semuanya dididik oleh 3 tenaga pengajar. Mirisnya, sang pengajar hanya diberikan honorarium mengajar sebesar Rp 60 ribu per bulan dari hasil swadaya Masyarakat.dan banyak siswa yang terpaksa duduk di lantai karena kekurangn bangku dan meja.

Kepala Sekolah Ustad M.Ahmad yani mengatakan, sudah berpuluh tahun sekolahnya ini belum pernah mendapatkan bantuan berupa apapun, apalagi rehab ruang kelas baru (RKB). Pernah juga dapat Rp. 400.000,- (Empat Ratus Ribu Rupiah) sekali kalinya.

“Yang kami butuhkan saat ini Ruang kantor dan Renovasi 3 ruang kelas dan sampai saat ini tidak mempunyai Ruang Kantor. kondisi bangunan ruangan kelas sudah hampir rapuh dimakan usia,Jadi khawatir bisa membahayakan siswa dan guru yang sedang belajar mengajar, apalagi dimusim hujan saat ini sering kebocoran , ini sangat menganggu proses KBM,” Imbuhnya kepada awak media ( Selasa, 09/03/2021) .

“Saat ini kita selalu khawatir kalau sedang belajar mengajar, karena atap ruangan sudah mulai berjatuhan. Jadi kami sangat berharap kepada Pemkab dan Kemenag atau para dermawan supaya cepat merealisasikan permohonan kami,” tukasnya. (Team redaksi)