by

Diduga Program PTSL 2019 di Desa Sukalilah Terindikasi Penipuan

-Daerah-157 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Garut – Selasa, 2/3/2021 Berawal Adanya informasi dari masyarakat desa sukalilah kecamatan Cibatu kabupaten Garut, bahwa pada tahun 2018 silam desa ini mendapatkan program PTSL, sedangkan kuwota yang diterima sebanyak 500 bidang, hal tersebut diterangkan oleh ketua panitia PTSL yang berisial (I) saat dikonfirmasi oleh awak media dikantor desa sukalilah Rabu,23/2/2021.

;Masih kata (I), awalnya dirinya menerima informasi dari orang BPN melalui kades sukalilah yang berisial (Y) bahwa kuwota PTSL untuk desa sukalilah sebanyak 1000 bidang, maka dirinya membuka pendaftaran program tersebut sebanyak 1000 bidang dan sudah diterima pendaftaran sebanyak tersebut diatas dengan besaran biaya Rp.150.000/bidang ujar (I).

“Namun sangat disayangkan, sebayak lebih kurang 520 bidang sampai saat ini belum menerima sertifikat yang dimaksud. ;Untuk lebih jelasnya, awak media menghubungi kades sukalilah (Y) lewat sambungan Whatshap dan tersambung, pada tahun 2019 pemohon dari 5 desa awalya sekecamatan masing masing desa mendapatkan kuwota 1000 bidang ujar kades.

;Berdalih yang 500 bidang di tangguhkan ke tahun 2021, sedangkan yang 2019 sisa yang belum kami terima 22 bidang, kami kemarin sisa pengukuran oleh bpn 500 kurang, jadi berkas sudah di bpn tinggal nunggu warkah dari bpn pengukuran sudah hampir selesai ujarnya.

“Sudah dikonfiirmasi ke pihak bpn kemungkinan diakhir bulan maret pemberkasan sudah bisa dikerjakan kelitnya.

Dirasa ada yang janggal, Untuk lebih jelasnya awak media bersama tim melanjutkan investigasi tersebut kekantor ATR BPN Garut, alhasil pihak BPN Garut dengan tegas menyatakan, bahkan sudah diumumkan ke publik, bahwa pada tahun 2021 ini kecamatan Cibatu tidak mendapatkan program ptsl, hal itu terpampang jelas didalam draf kecamatan/desa yang mendapatkan program PTSL, bahkan saat ini sudah mulai dilakukan penyuluhan, terang salah satu pegawai yang ditunjuk selaku kordinator di salah satu wilayah penerima program ptsl.

“Menyikapi Hal ini warga desa yang sudah mendaftar dan sudah membayar biaya untuk operasional sebesar Rp.150.000 merasa dirugikan oleh pemdes sukalilah, karena sudah menunggu sejak tahun 2019, faktanya sampai saat ini mereka belum menerima sertifikat yang dijanjikan.

;Tindakan kades sukalilah ini patut diduga terindikasi penipuan masal dan penyebaran berita bohong kepada masyarakat, dengan menyebarkan informasi bahwa pada tahun 2021 yang 500 bidang akan mulai dikerjakan, padahal desa ini bahkan umumnya untuk kecamatan Cibatu untuk tahun ini tidak memiliki kuwota PTSL.

“APH (POLRI/ SATGAS ANTI MAFIA TANAH) yang diperintahkan oleh kalpori harus segera dibentuk ditiap daerah, perlu mengambil langkah kongkrit, yakni dalam hal penegakan hukum, terhadap terduga kades sukalilah (Y) karena akibat perbuatanya masyarakat jelas dirugikan, dan akibat informasi bohong inilah yang membuat masyarakat percaya, bahwa program PTSL ditahun 2021 desa ini kembali mendapatkan, padahal faktanya untuk tahun 2021 desa ini tidak terdaftar sebagai penerima program.

“Kades (Y) juga berkilah dirinya sudah berkoordinasi dengan salah satu sejawatnya diapdesi kabupaten, dan merupakan kades disalah satu desa yang ada dikecamatan banyuresmi, yang akan membantunya dengan alasan pada tahun ini desanya kembali mendapatkan program PTSL pungkasnya.

“Namun tim awak media kembali melakukan konfirmasi kepada pihak ATR/BPN Garut pada hari selasa,2/3/2021 dan jawabanya, berdasarkan aturan yang baru, desa/kecamatan tidak diperbolehkan melimpahkan kuwota yang sudah menjadi hak atas desa tersebut kepada desa yang notabene berada di kecamatan lain. (S. Afsor/Tim)

News Feed