by

Rizal Efendi: Kadiv SDM PT Timah Tbk Terkesan Masih Bungkam

-Hukam-25 views

KPK | Kadiv. SDM PT. Timah,Tbk Agung Nugroho terkesan masih bungkam terkait konfirmasi dari Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Babel tentang status saudara AS yang masih aktif sebagai Karyawan PT. Timah, Tbk sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, atas kasus dugaan korupsi pembelian timah Sisa Hasil Produksi (SHP) di unit gudang Baturusa dan unit Gudang Tanjung Gunung tahun 2018-2019 dengan nilai kerugian negara mencapai puluhan miliar rupiah pada tahun 2020 lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Markas Daerah Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Bangka Belitung, Rizal Effendi kepada awak media, Rabu (17/2/2021) lalu.

Rizal Effendi mengatakan sejak adanya pemberitaan tentang pertemuan dirinya dengan Kadiv. SDM PT. Timah,Tbk Agung Nugroho beberapa lalu, melalui pesan Whatsapps Agung Nugroho meminta dirinya (Rizal Effendi_Red) untuk menghapus atau mengklarifikasi berita tersebut.

“Lewat pesan WA-nya beliau meminta agar berita tersebut segera dihapus dan diklarifikasi lewat saya selaku Ketua LMP Babel, inikan lucu berarti ada apa ini? kok malah menyuruh saya, harusnya langsung saja menghubungi redaksi media itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rizal Effendi mengungkapkan bahwa pihaknya ingin menegakkan kebenaran dan keadilan terkait hal ini, akan tetapi pihak PT. Timah,Tbk seolah olah bungkam. Padahal menurutnya Saudara AS berdasarkan Sistem Greatday masih sebagai karyawan aktif dengan jabatan Vice Presiden Direktorat Niaga di PT. Timah,Tbk meski sudah menyandang status tersangka. Sistem Greatday adalah sistem kehadiran dan tugas kepada karyawan yang masih aktif dan merupakan program SDM atau Direktorat Sumber Daya Manusia di PT. Timah,Tbk.

“Kami ingin menegakkan kebenaran dan keadilan terkait kasus ini, justru seolah olah mereka bungkam seperti ada indikasi dan konspirasi di internal PT. Timah, dan kami juga sudah mengirimkan surat laporan terkait pembelian biji timah kadar rendah yang mengandung Terak ini kepada Kapolda Babel, CQ Direskrimsus selain Kejati Babel, sampai dengan saat ini belum juga ditanggapi,” ungkap Rizal Effendi.

News Feed