by

DAK SMPN 3 Buga Mayang Diduga Menyalahi Prosedur, Yudikatif Diminta Bekerja

KoranPemberitaanKorupsi.Com | Lampung Utara – Pembangunan ruang laboratorium beserta alat praktek, yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), salah satu SMPN di kabupaten Lampung Utara (Lampura) diduga jadi ajang korupsi. Karena ditemukan banyaknya kejanggalan dalam pembangunan tersebut, saat wartawan media ini berkunjung ke SMPN 3 Bunga Mayang Senin (15/02/2021). Ada beberapa item pembangunan yang diduga kuat tidak sesuai spesifikasi, seperti seperti kusen jendela memakai kayu dioplos dan pemasangan rangka baja terlalu renggang jarak diperkirakan mencapai 150 cm kuda-kuda, dan atap pinggiran rangka baja baru saja dipasang sebagian telah menggulung.

Mirisnya, pembangunan Ruang laboratorium SMPN 3 Bunga Mayang telah habis jangka waktu pekerjaan belum pula selesai bahkan telah berganti tahun anggaran 2020 sampai 2021 masih belum Provisional Hand Over (PHO), akan tetapi pekerjaan yang masih mencapai 70% termin terakhir atau ketiga telah dicairkan, dengan dalil surat perjanjian antara pihak kepala sekolah dan PPTK DAK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampura, (16/02/2021).

Ketika dikonfirmasi melalui handphone selulernya Kasi Sarpras ,Aquan Hadi, Selaku PPTK pekerjaan tersebut mengatakan.sudah menegur pihak Kepala Sekolah SMP 3 Bunga Mayang.

“Kami dari pihak Dinas pendidikan Sudah Menegur Baik Secara lisan maupun Secara Tertulis, kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Bunga Mayang, dan membuat pernyataan untuk Segera menyelesaikan Keterlambatan Pekerjaan Pembangunan Gedung laboratorium Pada Bantuan DAK Tahun anggaran 2020. Sebesar 392.120.000,-(Tiga ratus sembilan puluh dua juta seratus dua puluh ribu Rupiah ) Namun Kepala Sekolah nya Bandel, Tutup ,Akuan Hadi .

“Terpisah Saat dikonfirmasi Kasi SMP Merlin Sophia di ruangan nya, terkait dana BOS afirmasi sekolah SMPN 3 Bunga Mayang. “Kami Beserta tim telah turun ke lokasi mengecek sekolah dan dana BOS nya, kebetulan kami turun ke lokasi sekolah tersebut. Bersama Inspektorat dan BPK, yang mana sekarang terkait pembangunan satu Ruang Lab beserta penggunaan dana BOS nya sedang diperiksa BPK, kitatungu saja apa hasil dari pemeriksaan BPK, Ujar Merlin.

Saat disambangi di sekolah kepsek SMPN 3 Bunga Mayang Rozir S.Pd.MM tidak berada ditempat, saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, dengan nomor 0813689259XX. Izin Pak saya hanya ingin konfirmasi terkait pembangunan satu ruang Lab dan penggunaan atau realisasi dana Bos afirmasi bapak, agar berita yang akan kami terbitkan berinbang. Bapak Rozir Hanya membalas cerita apa nakenda, saya ini lagi pusing, jawab nya. (Hamsah)