by

Dugaan Penipuan Oleh PT Equity World Future Manado Mengundang Respon Publik

-Hukam-4,843 views

KPK | Dugaan penipuan yang di lakukan oleh pihak PT. Equityworld Futures cabang Manado akhir-Akhir ini ramai diperbincangkan Warganet sulawesi utara,Hal ini pun mendapat perhatian salah satu Aktivis muda sulawesi Utara Daniel Falen Kandou.

Menurut kandou dugaan Penipuan yang di lakukan oleh PT Equity Word Manado perlu di dalami dengan serius.

“Saya sudah bertemu dengan belasan nasabah Equity yang mengadukan nasib dana investasi mereka dengan total kumulatif kurang lebih Rp 2 Milyar . Dan menurut saya ini menarik, dimana patut diduga sudah terjadi ketidakjujuran dari pihak Equity dalam menggaet nasabah.” Ujar pria yang akrab disapa Falen ini.

Menurut Kandou berdasar pada UU No. 32 Tahun 1997 sebagaimana diubah dengan UU No. 10 Tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, setidaknya ada 3 hal yg patut disoroti dalam sistem kerja Equity. Pertama, perihal Dokumen Keterangan Perusahaan dan Dokumen Pemberitahuan Adanya Risiko sebagaimana disebutkan dalam Pasal 50 ayat (2) yang tidak pernah disampaikan dan dijelaskan secara rinci kepada calon nasabah. Nasabah hanya dijelaskan keuntungan-keuntungan saja, dengan nominal Rp 1 juta – Rp 2 juta dengan investasi minimal Rp 100 juta.

Kedua, transaksi-transaksi di akun nasabah Equity tidak pernah berdasarkan perintah tertulis dari para nasabah. Nasabah tidak pernah mengetahui transaksi perdagangan kontrak berjangka apa saja yang pihak Equity jalankan selama mengelola dana dari dari Nasabah. Dalam hal ini Equity sudah melanggar ketentuan Pasal 51 ayat (5) UU Perdagangan Berjangka Komoditi tersebut.

Ketiga, pihak Equity dalam menawarkan produknya kepada nasabah mengiming-imingi keuntungan di luar kewajaran, dalam hal ini pihak Equity melanggar ketentuan Pasal 57 ayat (2) huruf d UU tersebut, dimana sangat Jelas tertulis bahwa mengiming-imingi keuntungan diluar kewajaran adalah dilarang.

Dari ketiga hal ini, menurut Falen sudah menjadi alasan kuat bagi para nasabah Equity yg merasa dirugikan untuk mengajukan aduan ke BAPPEBTI selaku regulator. Apalagi tambah Falen, para nasabah merasa tidak pernah tandatangan perjanjian apapun atau hanya tandatangan di kertas kosong, yang mana hal ini juga patut menjadi perhatian.

Lebih memprihatinkannya, dalam rangka menarik nasabah, marketing dari Equity akan melakukan segala upaya. Bahkan Ada salah satu Nasabah yang dibujuk atau bisa di sebut “dipaksa” oleh pihak Equity untuk menjual mobil serta menanamkan seluruh hasil penjualan untuk investasi ke Equity. Hal seperti ini sudah keterlaluan, di luar prinsip kepatutan.

“Masyarakat harus lebih hati-hati dan lebih bijaksana dalam memilih investasi. Harus paham bahwa transaksi di berjangka ini berisiko tinggi. Prinsipnya adalah High Risk – High Return.” Pungkas Falen

News Feed