by

Pembangunan Infrastruktur di Toraja Utara Sering Bermasalah

-Daerah-27 views

KPK | Toraja Utara – Pembangunan infrastruktur di Lembang (red, Desa), Toraja Utara, sering bermasalah. Seperti untuk sarana jalan desa atau jalan tani. Ada saja indikasi penyimpanan terjadi. Pasalnya, proyek dikerja tidak sesuai bestek. Seperti yang diduga terjadi pada proyek Peningkatan Jalan Madandan-Bolong dengan pekerjaan rabat beton di Dusun Pegerengan, Lembang Marante, Kecamatan Sopai.

Proyek senilai Rp180.269.380 yang dibiayai dari Dana Desa atau APBN Tahun Anggaran 2020 ini dilaporkan warga setempat asal dikerja. Betapa tidak, dengan volume 215×2,7×0,15, rabat beton jalan tersebut dikerja tanpa dilakukan normalisasi. Ironisnya, saat dikonfirmasi, Kepala Lembang Marante dan Pendamping Teknik atau Infrastruktur, memberi keterangan berbeda. Keduanya dihubungi melalui telepon genggam, dalam waktu yang berbeda.

Menurut Adi Guntur Tiku Toding, Pendamping Infrastruktur, pekerjaan normalisasi untuk rabat beton itu hanya sebagian kecil. “Masalahnya materialnya. Pasirnya dibawa air, ada fotonya. Tidak cukup lagi uangnya untuk dilakukan normalisasi,” ujar Adi, Senin (11/1). Adi mengaku, normalisasi tersebut memang ada dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang ia buat. Maka itu, ia minta TPK agar membuat normalisasi sebelum pekerjaan rabat beton dimulai.

“Saya bilang kalau tidak cukup sebagian saja kalau memang tidak mampu, karena pasirnya habis dibawa air. Yang kerja lembang langsung. Saya bilang subsidi silang saja sebagian itu. Habis pasirnya banyak dibawa air. Apa yang dipakai campur cipping kalau sudah habis pasirnya,” tutur Adi. Karena tidak normalisasi maka yang terjadi tanah langsung rabat. Normalisasinya pun, tambah Adi, hanya hamparan sirtu (pasir batu) setebal 5 cm dan rabat 15cm.

Sementara Roby Ruru, Kalem Marante, saat dicecar pertanyaan, Selasa (12/1), tampak hanya berspekulasi. Material pasir yang dibawa air, kata dia, tidak seberapa. “Hanya berapa ret. Tetap normalisasi tapi yang wajar, kalau sudah keras tidak dinormalisasi lagi. Di RAB memang ada normalisasi di situ, ada juga yang tidak,” kilahnya merespon saat awak media menyebut telah menghubungi pendamping teknik dengan keterangan berbeda. Dengan demikian, Roby menganggap pekerjaan rabat beton itu sudah sesuai RAB.

Menanggapi hal ini, Aktivis Aliansi Indonesia, Benyamin Tipa Sara’pang, SH, mengatakan, Kalem Marante Roby Ruru harus jujur dalam memberi keterangan. “Bagaimana mungkin penjelasan kepala lembang berbeda dengan pendamping teknik. Apa yang disampaikan pendamping teknik itu yang benar. Cuma ada kesalahan yang dilakukan dengan membiarkan tidak dinormalisasikannya pekerjaan rabat itu. Pasir dibawa air dan uang tidak cukup bukan alasan. Dan pendamping seharusnya tidak boleh mentolerir dengan memberi ruang merobah apa yang sudah tercantum dalam RAB terkait normalisasi,” tandasnya. (hendriks)

News Feed