by

Ada Dugaan Cuci Uang pada Pilkada Torut, Wasindo Minta KPK Turun Tangan

-Politik-372 views

KPK | Makassar – Meski sudah berlalu, hiruk pikuk pasca Pilkada Toraja Utara masih terngiang di telinga. KPU Torut telah menetapkan pasangan calon terpilih yakni Yohanis Bassang-Frederik Victor Palimbong (OmBas-Dedy) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara mendatang.

Paslon ini pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu mengungguli dua kandidat lain, Yosia Rinto Kadang-Yonathan Pasodung (RINDU) dan Incumbent Kala’tiku Paembonan-Etha Rimba P Tandi Payung (KALETHA).

Namun yang menarik, dari amatan atau pantauan di lapangan selama Pilkada Torut ini, suasananya sepi dari pengawasan Bawaslu setempat. Tak jelas penyebabnya sehingga Bawaslu Torut tidak begitu bekerja berat. Sementara di masyarakat tetap saja terbetik kabar adanya dugaan money politik atau politik uang dilakukan pasangan calon. Dari penelusuran lebih jauh awak media, malah diperoleh informasi dan laporan yang mungkin saja petunjuk, adanya dugaan pencucian uang atau money laundry dilakukan calon tertentu.

Betapa tidak, Tiga Paslon tersebut ada yang latarbelakang PNS atau ASN dan Mantan Pejabat di tempat mereka bertugas semasa aktif. Ada pula pengusaha atau kontraktor.

Menanggapi hal ini, Sekjen Perkumpulan WASINDO (Pengawas Independen Indonesia), Antonius Ramma, meminta KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) agar tanggap dan turun ke Torut sebagai ‘jemput bola’ melakukan verifikasi atas informasi tersebut.

“Sekalipun ini baru informasi bisa jadi petunjuk awal. Nanti setelah turun baru dapat bukti di lapangan. Mungkin bukti materil atau petunjuk lain yang relevan,” jelas Antonius via HP, Jumat malam (8/1).

Menurut Antonius, yang pertama harus diketahui sumber dana dari mana. “Kalau dari pihak ketiga atas nama apa dan siapa. Atau dana pribadi bagaimana muasalnya? Kan bisa dilihat lagi daftar harta kekayaan yang dilaporkan ke KPU. Apalagi kalau jelas latarbelakang calon, mantan ASN atau Pejabat. Atau dia latarbelakang pengusaha, kontraktor. Simpel saja telusuri ini kalau mau dibuka. Tapi sebaiknya dibuka agar publik tau dan proses berjalan,” beber Antonius yang dikenal vokal ini.

Pihaknya, kata dia, akan mendalami dengan meneliti kebenaran masalah tersebut.(@nt)

News Feed