by

SD di Tuba Banyak Gunakan Baja Ringan Tidak Ber-SNI Sesuai Peraturan Pendidikan

Petunjuk Operasional (Juknis) DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun 2020 merupakan pedoman bagi Pemerintah Daerah dan satuan Pendidikan dalam penggunaan dan pertanggungjawaban kegiatan DAK Fisik Bidang Pendidikan.

Kurangnya pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan dari Dinas terkait, menyebabkan banyaknya ditemukan kegiatan DAK Fisik Bidang Pendidikan 2020 Kabupaten Tulang Bawang dalam pekerjaan konstruksi atap bangunan sekolah tidak mempergunakan rangka baja ringan produk kualitas yang ditentukan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN), sesuai Peraturan : SNI – 8399 : 2017

Seperti di SDN 01 Trimakmur Jaya Menggala Timur, SDN Lebuh Dalem Kuripan Banjar Agung, dan SDN 1 Pasiran Jaya Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang.

Menurut keterangan Kepala Sekolah SDN 01 Trimakmur Jaya, ketika ditemui dirumah kediamannya, menjelaskan, masalah pemesanan dan pemasangan atap rangka baja ringan pada bangunan sekolah, awalnya bukan atas kemauan dan petunjuknya selaku kepala sekolah. Melainkan Edison pemilik toko yang mengantarkan langsung ke SDN 01 Trimakmur Jaya.

“Ketika itu datang mobil membawa baja ringan dan langsung menemui saya di sekolah, karena saya anggap cocok maka gak ada masalah,” ujarnya.

Berkaitan dengan merk atau tulisan yang tertera pada batang baja ringan yang sempat dikerok dan hilang, ia pun membenarkan. “Memang benar saya menyaksikannya sendiri, dikerok pakai konci motor nomor yang ada pada batang rangka baja itu hilang, tapi itu urusan edison kalau memang bukan SNI sesuai peraturan,” ungkapnya, yang direkam video oleh Tim.

Selain ditemukan banyak baja ringan yang polos tanpa merk yang dipasang pada rangka atap gedung SDN 01 Trimakmur Jaya, juga diantaranya ditemukan tulisan K 30 40 pada batangan baja ringan.

Demikian juga baja ringan yang ditemukan di SDN Lebuh Dalem Kuripan Banjar Agung. Pada batangan baja ringan yang belum sempat dipasang terdapat tulisan K. C 75 0,70

Meskipun ada juga ditemukan tulisan berlogo SNI 8399 2017 pada batangan baja ringan di sekolah lainnya, akan tetapi tulisan tersebut bisa dihapus dengan ibujari tangan.

Sedangkan, Ketentuan Badan Standarisasi Nasional (BSN), Profill Rangka Baja Ringan, syarat penandaan;

Setiap batang produk profil rangka baja ringan yang telah lulus uji harus diberi tanda yang tidak mudah hilang dengan mencantumkan minimal Merk, Jenis dan Ukuran nominal profil, Tebal nominal (BMT) dan Panjang, Spesifikasi bahan (kelas baja dan jenis lapisan), Penamaan semua jenis profil dicantumkan Spesifikasi tinggi.

Dan pada Pasal 57 ayat (5) UU RI Nomor 07 tahun 2014 tentang Perdagangan, menyatakan barang yang telah diberlakukan Standar Nasional Indonesia, wajib dibubuhi tanda SNI.

Berdasarkan UU RI No.20 tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian, penetapan SNI (Standar Nasional Indonesia) pada produk merupakan hal yang wajib. Karena produk yang bersertifikat SNI mampu memberikan jaminan terbukti kualitasnya, walaupun harganya lebih tinggi.

Hasil temuan Tim yang terdiri dari Media dan LSM yang bertugas di Tulang Bawang dibeberapa Sekolah tersebut telah dilaporkan ke di Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang agar segera ditindaklanjut.

Terkait selama ini tidak ada panitia/tim pengawas kegiatan pembanguan di Sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, kepada Tim diruang kerjanya Hudawati PPK kegiatan DAK Fisik Pendidikan 2020, yang juga Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang mengatakan Panitia atau Tim Pengawas dari Dinas Pendidikan saat ini memang baru dibentuk (14/12).

“Kami tidak mengetahui jika ada permasalahan pada kegiatan pembangunan di sekolah yang mendapat bantuan DAK selama ini, sebab panitia pengawas juga baru dibentuk.” jelas Hudawati, pada Senin 14 Desember 2020 lalu.

“Bila ditemukan menggunakan rangka baja ringan tidak sesuai dengan peraturan SNI 8399:2017, maka harus dibongkar,” tambahnya. (TIM)