by

PN Garut Putuskan Perkara Dugaan Peredaran Makanan Kadaluarsa Oleh Toserba Asia

-Hukam-151 views

KoranPemnberitaanKorupsi.com | Garut – sabtu,2/1/2021 Kasus Peredaran barang kadaluarsa yang diduga dilakukan oleh toserba Asia, beralamat dijalan ahmad Yani Garut, sebagaimana diketahui sudah diputus oleh BPSK Garut, namun putusan BPSK tersebut ditolak oleh kedua belah pihak, namun perlu diketahui oleh khalayak, nota keberatan atas putusan BPSK lebih dulu disampaikan oleh kuasa hukum tosrba Asia kepengadilan negeri Garut.

“Yang selanjutnya disebut sebagai pemohon, Perkarapun bergulir di PN Garut, awalnya sidang tersebut digelar secara tatap muka dan dihadiri oleh kedua belah pihak, namun pada sidang tersebut hakim ; bahwa sidang sidang berikutnya dilakukan dengan sistem e-court/secara visual, awalnya pihak termohon/konsumen (korban), mengalami kesulitan mengakses aplikasi tersebut, namun setelah sekali mengetahui caranya akhirnya mulai terbiasa.

“Kecuali pada sidang pembuktian ‘ kembali digelar secara tatap muka karena yang namanya sidang pembuktian, alat/barang bukti harus digelar dipengadilan dan diketahui langsung oleh hakim yang mengadili maupun pihak lainya.

Namun akhirnya semua proses sidang perdata ini berakhir, dengan terbitnya putusan bernomor : 18/Pdt – sus/2020, PN Garut, informasi tersebut disampaikan oleh pihak termohon (Korban), namun jika melihat isi putusan yang tercantum dalam amar putusanya, pengadilan negeri Garut menolak permohonan pihak pemohon, dan menghukum pihak pemohon (Toserba Asia) dengan denda membayar biaya perkara sebesar Rp.186.000.

“Menyikapi putusan pengadilan negeri Garut ini pihak termohon/korban sedikit menyayangkan, karena amar putusan tersebut yang tidak mencantumkan pokok perkaranya, jika keberatan pemohon/pihak toserba Asia ditolak seluruhnya, maka seharusnya pokok perkaranya dicantumkan, yakni sanksi terhadap pelanggaran UU. Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen ujar pihak korban.

“Selanjutnya kami akan mencermati dulu hasil putusan ini, jika nantinya kami rasa masih belum mendapatkan keadilan, maka kami akan mengajukan upaya banding, karena putusan pengadilan itu harus berdasarkan ketuhanan yang maha esa dan tentunya harus berkeadilan bagi masyarakat Indonesia ujarnya.

” Hal Ini juga sekaligus memberikan pelajaran pemahaman hukum kepada masyarakat, jika ada pengusaha nakal seperti yang dilakukan Toserba Asia jangan takut untuk menggugatnya kepengadilan, karena dengan menjual makanan kadaluarsa dapat berpotensi mengancam nyawa seseorang dan itu tidak bisa didiamkan, maka tuntutlah hak masyarakat untuk mendapatkan keadilan dari negara ini pungkas endang supardin (korban keracunan makanan kadaluarsa) yang dijual oleh Toserba Asia. (S. Afsor/tim)