by

Polres Garut Tetapkan Kades Cigadog Sebagai Tersangka Kejahatan Seksual

-Hukam-131 views

KoranPeemberitaanKorupsi.com | Garut – Kasus Dugaan kejahatan Sexual terhadap melati (nama disamarkan) gadis belia berumur 14 tahun, yang sebelumnya telah dilaporkan oleh ibu kandungnya (T) dengan nomor :LP/B/410/IX/2020/JBR/RES GRT tertanggal 7 September 2020 dengan terlapor seorang kepala desa cigadog kecamatan Cikelet berinisial (PM), setelah sekian lama menunggu akhirnya ada titik terang, progres perkaranya naik ketingkat penyidikan, berdasarkan SPDP/104/X/2020 Reskrim tertanggal 26 0ktober 2020 artinya status hukum terhadap terduga pelaku yang berinisial (PM) saat ini sudah menjadi tersangka, keterangan (tercantum dalam SPDP) tersebut diatas.

“Informasi tersebut diterima awak media melalui pesan singkat wathshap dari Kuasa Hukum Korban yang bernama Anton Widiatmo SH. ;menerangkan bahwa gelar perkara sudah dilakukan, dan beberapa hari kebelakang tepatnya pada tanggal 10 november 2020 dirinya telah menerima SP2HP dari Polres Garut, selain itu Anton juga secara inten berkomunikasi dengan penyidik Unit PPA tuturnya.

“masih kata Anton’ informasi dari penyidik, rencananya dalam waktu dekat penyidik berencana akan memanggil sdr. terlapor (PM) untuk kembali menjalani pemeriksaan tambahnya, saya juga membenarkan bahwa selama proses penyelidikan terlapor tidak ditahan, kemungkinan kuasa hukum terlapor mengajukan upaya penangguhan penahanan dan itu Syah jika aparat berwenang mengabulkan dengan berbagai pertimbangan hukumnya.

;Bagi saya kasus ini adalah misi kemanusiaan, sebagaimana termaktub dalan UU nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, selaku advocad yang berkedudukan dikabupaten garut saya terpanggil dan berkewajiban untuk mendampingi korban yang usianya masih dibawah umur, sebagaimana tercantum dalam pasal 69A huruf d yang berbunyi ;pemberian perlindungan dan pendampingan pada setiap tingkat pemeriksaan, mulai dari penyidikan, penuntutan, sampai dengan pemeriksaan disidang pengadilan papar anton.

;saya juga memahami kenapa sampai saat ini terlapor belum ditahan, penyidik harus mengumpulkan bukti – bukti dan saksi yang kuwat karena tindak pidana kejahatan sexual terhadap anak dibawah umur ini ancamanya tinggi bahkan lebih dari 10 tahun, jadi baik alat bukti maupun saksinya harus fum pungkasnya. (S. Afsor/tim biro garut)

News Feed