by

Aset Pemerintah Dijadikan Tempat Main Judi, Walikota Terkesan Malas Tahu

-Daerah-172 views

KPK | Kota Jayapura – Pemberitaan demi pemberitaan terkait aktivitas judi Rolex yang semakin marak terpelihara di kota Jayapura kian semakin meresahkan.

Dari pantauan media ini, telah berulang kali aktivitas judi Rolex ini menjadi santapan hangat di angkat ke permukaan untuk dikonsumsi pihak Aparat penegak hukum, dan Pemerintah kota Jayapura, tetapi semuanya bagai rasa tak sedap untuk di nikmati.

Pemerintah kota Jayapura dan Aparat Kepolisian kota Jayapura cenderung mengabaikan hal-hal yang sifatnya merugikan dan merusak moral Anak Negeri ini.

Walaupun ada tindakan preventif dan represif dari Kepolisian, tetapi terlihat bisu dan melemah terhadap Para Cukong Judi Rolex di kota Jayapura.

Sungguh sangat di sayangkan, kegiatan berbau Perjudian (Rolex) ini di lakukan di bangunan atau gedung, PASAR MAMA-MAMA PAPUA, tepatnya di Lantai Tiga.

Bangunan yang dibangun Pemerintah sebagai sarana penunjang aktivitas dagangan bagi Mama-mama Papua ini ternyata pada lantai 3 diatasnya berkerumun banyak orang yang bermain judi Rolex.

Ironisnya kegiatan yang telah berjalan Berbulan-bulan ini seakan tidak di cium oleh Polisi, padahal lokasi tempat mainnya hampir berhadapan dengan Kantor Polresta kota Jayapura.

Melihat perkembangannya, Herman Yoku Anggota Pokja Adat Majelis Rakyat Papua, saat di konfirmasi lewat telepon selulernya pada hari Rabu, 18 November 2020.

Herman tidak dapat menahan kekesalannya, membuat dirinya kembali angkat bicara.

” Disini saya mau soroti Walikota dan Kapolresta kota Jayapura, dimana respon mereka terhadap kegiatan HARAM ini…???

Masa aktivitas yang jelas-jelas dilarang oleh Negara dan Agama bisa di muluskan dan permainannya bisa dilakukan di Tempat-tempat umum, serta di biarkan tanpa ada tindakan tegas dari Pihak Kepolisian.

Ini jelas bisa menimbulkan spekulasi positif dari masyarakat, kenapa dan mengapa kegiatan HARAM ini bisa berjalan sampai saat ini, apa Pemerintah dan pihak Penegak hukum takut sama Bandar-bandar judi ini..???

Jika tidak, kenapa terjadi pembiaran sampai saat ini dan mengapa belum ada juga respon dan reaksi dari pihak Kepolisian kota Jayapura,” ujar Herman.

Bukan itu saja, ternyata aktivitas judi Rolex ini ada juga di terminal Entrop, tempat parkirnya kendaraan umum (taxi).

Menurut keterangan yang diperoleh oleh awak media ini, dari salah satu sumber yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan, bahwa aktivitas judi Rolex yang ada di terminal Entrop dan Pasar Mama-mama Papua ini pemiliknya berinisial (J).

” Yang saya tau itu kegiatan Rolex yang ada di Pasar Mama-mama Papua dan yang ada di terminal Entrop adalah punyanya pak J tadi. Mereka biasanya kalau bermain kadang dari Pagi dan bisa sampai jam 9 malam, baru mereka bubar,” katanya.

Pria yang kesehariannya sebagai Sopir taxi ini mengatakan lagi, ” Rolex yang di terminal Entrop ini, kalau saya tidak salah sudah 2 atau 3 kali di Polis line tepati itu tidak berlangsung lama, hanya sebentar saja kemudian dibuka dan mereka kembali bermain seperti biasanya lagi,” kata dia.

Mendengar ini, Herman Yoku Anggota Pokja Adat Majelis Rakyat Papua sontak terkejut dan heran, ” Kok bisa ya..? Saya baru dengar yang seperti ini. Hukum bisa bekerja sama dengan pelaku kejahatan.

Kenapa saya katakan demikian, iya kenyataannya kan seperti yang adik sampaikan tadi. Berarti ada apa dibalik ini..? Aktivitas judi ini kan pekerjaan yang dilarang oleh Negara dan Agama, itukan ada di Pasal 303 KUHP. Ada kwensekuensi Penahan dan Denda disitu,” bilang Herman.

Lagi tambahnya, “Saya sangat sesal jika kenyataannya seperti itu, sebentar di Polis line, terus tidak lama dibuka kembali. Masyarakat kita ini sudah pada pintar-pintar, nanti apa kata masyarakat ketika melihat tindakan Kepolisian kita di kota Jayapura ini yang tidak serius memberantas praktek judi Rolex di kota beriman ini,” tandasnya.

Herman menegaskan, bahwa dirinya akan terus memantau perkembangan serta pergerakan. Sejahu mana respon Hukum dari Pihak Kepolisian kota Jayapura terhadap Bandar judi Rolex yang semakin hari semakin membangkang.

Dirinya Herman juga menerangkan, bahwa karena rananya Kepolisian kota Jayapura dan mengingat wilayah hukumnya Kapolresta kota, AKBP GUSTAV R URBINAS, SH, S, IK.

Karena menghargainya, maka dirinya hanya menyampaikan tanggung jawabnya ke Polresta kota Jayapura sambil melihat tanggapan hukum dari Kepolisian kota Jayapura.

” Saya tidak bisa langsung ke Kapolda adik saya, karena judi Rolex ini di wilayah hukumnya Kapolres Urbinas. Jadi untuk sementara saya hanya berharap dengan sangat kepada Kapolres kota, agar secepatnya mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap Para Pelaku-Pelaku kejahatan judi di kota tercinta ini dengan tidak mengulur-ngulur waktu,” harapnya lagi.

Anggota Pokja Adat Herman Yoku, di akhir harapannya dirinya kembali mendesak Pemerintah kota Jayapura dalam hal ini Walikota, dan Kapolres kota Jayapura, untuk tidak membiarkan aktivitas judi Rolex di jalankan di Gedung yang dibangun oleh Uang Rakyat ini.

” Gedung Pasar Mama-mama Papua yang bersebelahan dengan Hotel Aston, yang dijadikan sebagai tempat bermain judi Rolex di lantai 3. Sy Herman Yoku Anggota Pokja Adat Majelis Rakyat Papua, mewakili masyarakat adat meminta agar segera aktivitas Haram tersebut dibubarkan dan dibersihkan serta Pelaku-pelakunya segera diproses hukum secepatnya,” pinta Herman mengakhiri. (Nando)

News Feed