by

Laskar Indonesia Pertanyakan Kasus-kasus Dugaan Korupsi ke Kejari Garut

-Daerah-89 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Garut – Selasa,27/10/2020 DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut kembali mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut yang beralamat di jalan Merdeka ciawitali garut, guna mempertanyakan penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani oleh kejaksaan yang hingga kini tak ada kejelasan terkait progresnya.

“Dalam waancaranya dengan awak media ketua Laskar Indonesia dudi supriyadi menerangkan, Kasus dugaan korupsi yang sempat menyita perhatian publik antara lain ; kasus dugaan korupsi pokok pikiran dan BOP Pimpinan DPRD Garut periode 2014-2019 yang hingga kini masih belum ada tersangkanya, Padahal sejak lama kejaksaan sempat mengklaim kasus tersebut sudah masuk ketahap penyidikan ujarnya.

Tak hanya itu’ kasus dugaan korupsi revitalisasi pasar juga diduga mangkrak, Mulai Pasar Wanaraja, Pasar Leles, Pasar Samarang hingga pasar-pasar desa yang pembangunannya dibiayai APBD Garut, APBD Provinsi Jawa Bara, dan APBN dengan indikasi kerugian negara hingga miliaran rupiah.

“Kasus dugaan korupsi lainnya yang juga terindikasi ada kerugian negara dan menjadi perhatian publik yaitu ; pembangunan Rumah Sakit Malangbong serta gedung ART Center dan gedung olahraga (GOR SOR) di komplek sarana olah raga Ciateul.

“Kini Masyarakat menunggu bagaimana kelanjutan dan penuntasan kasus-kasus dugaan korupsi ini. Mengenai kasus GOR Ciateul hang sudah memasuki tahap persidangan saat ini, kami minta kejaksaan jangan ragu untuk menindaklanjutinya, bila terungkap ada fakta baru di persidangan,” tandas Dudi.

“Sebelumnya Dudi dan sejumlah pengurus DPD Laskar Indonesia Garut harus gigit jari dan kecewa, karena gagal menemui Kepala Kejaksaan Negeri Garut hari itu. Tak seorang pun dari kejaksaan menerima kedatangannya. Salah satu petugas beralasan’ pihaknya tak bisa menerima kehadiran DPD Laskar Indonesia Garut karena Kajari sedang dinas luar ujarnya.

“Kami juga heran dan menyesalkan atas kejadian ini, Padahal kami datang ke sini sengaja untuk audensi, sesuai permohonan audensi yang kita layangkan ke kejaksaan sebelumnya,” kata Dudi sambil memperlihatkan surat permohonan audensinya bernomor 1086/DPD/X/2020 tertanggal 23 Oktober 2020.

“masih kata Dudi menegaskan, pihaknya akan terus mengawal penuntasan kasus-kasus dugaan korupsi di Garut, hal tersebut sebagai bukti peran sertanya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal itu sesuai Undang Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negera yang Bebas dan Bersih Korupsi Kolusi dan Nepotisme, Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.

;namun akhirnya hari ini kami berkenan diterima oleh bapak kajari garut, lebih kurang pada pukul 17.00 wib sampai dengan selesai, audiensi digelar kurang lebih selama satu jam dan berjalan dengan aman dan tertib pungkasnya. (S.Afsor/tim)

News Feed