by

Menolak Wawancara Terkait DAK 2020, Diduga Kepala SMPN 10 Mesuji Sering Bolos Kantor

KPK | Mesuji, Lampung – SMP Negeri 10 mesuji Kecamatan Panca Jaya Kabupaten Mesuji Lampung tahun ini kembali menerima kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan TA 2020 berupa Rehabilitas ruang kelas tiga lokal, ruang guru/ruang Kepala Sekolah/ruang TU dan pembangunan Jamban yang dikelola oleh pihak sekolah.

Karena tidak ingin diwawancarai oleh wartawan yang memantau pembangunan/rehabilitasi disekolahnya diduga Kepala sekolah SMPN 10 Mesuji sering tidak masuk kantor sehingga melalaikan tanggung jawab dan kewajibannya.

Selain dari itu diduga para dewan guru dalam pengelolaan peningkatan kegiatan mutu pendidikan yang bersumber dari dana DAK 2020 tersebut terkesan tidak tau menau dan tidak dilibatkan, pasalnya pada saat di mintai keterangan oleh awak media, para dewan guru tersebut mengatakan bahwa mereka tidak tau menau dan tidak ikut terlibat dalam kegiatan pembangunan/rehabilitasi DAK TA 2020

“Kami tidak tau mas kalau terkait kegiatan pembangunan/rehabilitasi DAK TA 2020 SMP Negeri 10 Mesuji, untuk pengelolaan DAK fisik tahun ini dikelola langsung oleh Kepala Sekolah, dan semenjak masa Covid-19 ini kembali ramai dan semenjak mengelola DAK tahun ini memang bapak Kepala Sekolah sering tidak masuk kantor, mungkin karena terlalu sibuk, terkadang kamipun sulit untuk terhubung dengan beliau karena no handponenya sering gonta ganti dan tidak aktif,” ungkap para dewan guru kepada wartawan, Selasa (22/09/2020).

Dari pantauan awak media ini pembangunan/rehabilitasi SMP Negeri 10 Mesuji yang bersumber dari dana DAK TA 2020 tersebut diduga ada beberapa item pekerjaan yang menyimpang dari spesifikasi teknis seperti pengerjaan pemasangan rangka baja dan rabat disekeliling gedung yang sedang dibangun.

Selain dari itu para pekerja yang mengerjakan proyek pembangunan/rehabilitasi sekolah tersebut tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Yanto selaku Ketua Komite SMP Negeri 10 Mesuji saat diminta keterangan terkait pengerjaan proyek pembangunan/rehabilitasi di sekolah tersebut mengatakan kalau dirinya tidak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa membantu seadanya.

“Untuk pengerjaan proyek pembangunan ini saya tidak bisa berbuat banyak, saya hanya bisa membantu seadanya saja karena segala sesuatunya adalah kewenangan bapak Kepala Sekolah dan Ketua P2S, kalau ingin tau lebih detail silahkan pertanyakan saja dengan mereka,” ungkap Yanto kepada awak media.

Hingga berita ini dipublikasikan Donot, S, S.Pd, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Mesuji belum bisa dikonfirmasi karena selalu tidak ada ditempat dan no telpol genggamnya saat dihubungi selalu tidak aktif.(tim/ tab)

News Feed