by

Banjir Rendam Beberapa Desa di Kecamatan Batu Ampar Kalteng

-Daerah-149 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Seruyan/Kalteng – Curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan banjir dan merendam di beberapa kabupaten khususnya Kalimantan Tengah,tidak menutup kemungkinan musibah banjir kali ini yang mana dalam tiga bulan terakhir ini sudah dua kali Kalteng mengalami banjir yang sangat parah.Di kecamatan Batu Ampar, kabupaten Seruyan,ada 7 desa yang terdampak banjir bahkan sampai merendam perumahan warga,diantaranya desa Sandul dan desa Sei Babi.

Hasil konfirmasi kami team media koranpemberitaankorupsi.com melalui pesan singkat dengan kades Sei Babi M.Latif pada hari rabu (16/09/2020) mengatakan,”kemarin dari Pemda ada bantuan1 sak beras dolok 15kg untuk satu KK tetapi tidak semua KK dapat karena jumlahnya kurang,desa kami hanya mendapatkan 133 sak saja,

kalau dari pihak swasta belum ada yang turun tangan memberikan bantuan sosial,kerugian akibat musibah banjir ini rata-rata di atas puluhan juta karena desa yang berada di pinggiran sungai Seruyan di kecamatan Batu Ampar ada 7 desa yang tenggelam bahkan air masuk ke dalam rumah mencapai 30-100 cm,selain itu semua kebun tanaman warga habis terendam, padi mati semua, hewan ternak peliharaan juga hanyut sawitpun sudah tidak bisa di panen lagi karena rusak, banjir inipun sudah lebih dari 1 minggu dan tinggi air sudah mencapai 50- 200 cm dari permukaan tanah”, ungkap kades Sei Babi.

Dengan waktu yang bersamaan kades Sandul melalui Bendaharanya Belfry juga menyampaikan lewat pesan di WA mengatakan,”di desa kami memang sudah ada kunjungan dari bupati Seruyan dan sudah ada pembagian beras sebanyak 15kg/ KK sedangkan dari pihak perusahaan hanya membukakan akses jalan agar bisa keluar dari desa Sandul tetapi untuk bantuan berupa sembako selama musim banjir ini masih belum ada,terang Belfry.

Kades Sei Babi Muhammad Latif maupun kades desa Sandul melalui Bendaharanya Belfry menyampaikan melalui pesan singkatnya,kami sangat berharap adanya perhatian yang lebih serius dari pemerintah daerah maupun propinsi khususnya Gubernur Kalimantan Tengah serta perusahaan swasta yang ada di sekitar desa yang terdampak banjir.

“Terpisah”Salah seorang warga mengatakan” Musibah Banjir kali ini tidak menutup kemungkinan dengan curah hujan yang tinggi serta minimnya peresapan air akibat perambahan hutan oleh oknum-oknum tertentu pungkas seorang warga yang tidak mau di sebutkan namanya. Wartawan:R/L.

News Feed