by

Diduga Oknum Kades Lakukan Tindakan Asusila Pada Anak di Bawah Umur

-Hukam-274 views

KoranPemberiraanKorupsi.com | Garut Jawa Barat – Senin, 7/9/2020 Sungguh ironis gadis belia berumur 14 tahun ini mengaku telah direnggut kesucianya, yang lebih mengagetkan ‘ perbuatan tidak senonoh itu dilakukan oleh seorang oknum kepala desa yang ada diwilayah kecamatan cikelet.

“kejadian pahit ini menimpa ‘ Sebut saja melati (nama disamarkan) dalam wawancaranya dengan awak media, gadis remaja kelahiran tahu 2006 ini menerangkan ; pertama kali dilakukan oleh sang oknum kades, kurang lebih sekitar bulan januari tahun 2020, sedangkan tempat kejadian dirumah ujar simelati dengan nada lirih.

“Masih kata melati, awalnya saya menolak, meronta dan berusaha lolos dari cengramanya, sampai -sampai celana dalam saya robek, namun upaya saya sia – sia, akhirnya si oknum kades ini berhasil menggagahinya ujarnya.

‘kejadian naas itu tadinya saya pendam sendiri, ibu dan bapak sayapun awalnya tidak saya beritahu, karena sang kades berjanji akan menikahi saya ujarnya, sejak itu sang oknum sering datang kerumah saya, terhadap bapak saya, dia juga pernah berjanji akan menikahi saya dan akan menceraikan istrinya, sehingga dengan mudahnya dia dapat memperdaya keluarga saya, dan sejak pula dia sering datang kerumah, dan melampiaskan hasrat kelelakianya pada saya, jika saya menolak dia marah marah sehingga terpaksa saya melayaninya.

“Namun setelah sekian lama keluarga saya menunggu janjinya akan menikahi saya tk kunjung terbukti, belakangan dia mulai jarang kerumah, ketika ditanya oleh bapak dan ibu saya barulah dia datang kata simelati.

“Kejadian saya melakukan hubungan suami istri dengan dia (oknum kades) sudah sering pungkas bunga.

“Ditempat gang berbeda Untuk mengetahui lebih jelas awak media juga mengkonfirmasi orangtua (ibunya) melati, saya tahunya ketika anak saya merasakan keluhan pusing dan terlihat mual mual kata ibu korban yang enggan disebut namanya, kemudian saya bawa melati untuk diperiksa kepuskesmas, hasil pemeriksaan itulah yang membuat saya shok dan tak sadarkan diri melihat tespex kehamilan menunjukan positif ujar ibu melati.

“Sejak itu semua keluarga, suami dan anak saya yang lain baru tahu hal yang sebenarnya, namun belakangan sya kecewa dengan perlakuan sipelaku ini, yang tadinya berjanji akan menikahi anak saya, ko berubah dengan alasan yang bermacam – macam sesal ibu melati.

“akhirnya keluarga sepakat untuk melaporkan kejadian yang merupakan aib keluarga ini kepada aparat penegak hukum, karena keluarga kami merasa perbuatan oknum kades tersebut telah mencabik cabik kehormatan anaknya, serta menginjak injak harga diri keluarganya pungkas ibu melati.

(Tim biro garut)

News Feed