by

Tersandung Kasus Korupsi, Maya Metissa Ditetapkan Sebagai Tersangka

-Hukam-127 views

KoranpemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Selama tak kurang dari lima jam dalam pemeriksaan pihak Kejakaan Negeri (Kejari) Lampung Utara (Lampura), pada Rabu, 26 Agustus 2020, Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr. Maya Metissa, keluar dari ruangan gedung Adhyaksa tersebut didampingi petugas.

Tampak dr. Maya Metissa yang sempat dikabarkan kesehatannya terganggu wabah corona virus disease (Covid)-19 ini meski kemudian dinyatakan sembuh, dirinya mengenakan rompi merah dengan bordiran di bagian belakang rompi yang dikenakan bertuliskan Tahanan Kejaksaan Negeri Lampung Utara.

Dengan langkah tergesa dan tangan tertutup kain yang juga berwarna merah, dr. Maya Metissa berusaha menembus kerumunan sejumlah awak media. Meski dicecar dengan berbagai pertanyaan wartawan, dirinya hanya terdiam dan tertunduk memasuki kendaraan roda empat yang disiapkan Kejari Lampura.

“Saya dizolimi,” ujar Maya Metissa sesaat sebelum masuk ke dalam mobil.

Tak lama berselang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampura, Atik Rosmiati Ambarsari, mengundang seluruh awak media yang masih berada di pelataran gedung memasuki ruangan aula guna melangsungkan konferensi pers.

Disampaikan Kajari Atik Rosmiati Ambarsari, didampingi Kasi Pidsus, Kasi Intel, dan Kasi Pidum, bahwasanya dari hasil penyidikan terhadap Kadinkes dr. Maya Metissa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) Biaya Operasional Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2017-2018.

“Dari hasil proses penyidikan yang dilakukan, dr. Maya Metissa ditetapkan sebagai tersangka dan telah melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp.2,1 miliar,” ungkap Atik Rosmiati Ambarsari, Rabu, 26 Agustus 2020, kepada sejumlah wartawan, di aula gedung Adhyaksa setempat.

Di tempat yang sama, Kasi Pidsus Kejari Lampura, menyampaikan, besaran anggaran BOK yang bersumber dari dana APBN dan disalurkan ke APBD tahun 2017 sebesar kurang lebih Rp.15 miliar, dan pada 2018 sebesar Rp.16 miliar.

“Tersangka saat ini dititipkan ke Rutan kelas ll B Kotabumi hingga 20 hari kedepan sampai menunggu proses lebih lanjut,” terangnya. (ar/Hamsah)

News Feed