by

Perkembangan Penanganan Kasus Bansos Beras di Kabupaten Keerom

-Hukam-179 views

KPK | Kota Jayapura – Perkembangan penanganan kasus penggelapan Beras Bansos untuk warga Kabupaten Keerom yang terpapar Covid-19, saat ini berkas perkara telah dikirim ke Kejaksaan Negeri Jayapura (Tahap l) pada tanggal 21 Juli 2020 lalu.

Dalam kasus tersebut Penyidik menetapkan 3 orang sebagai tersangka berinisial YB (40), SDB (25) dan MS (51) setelah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang Saksi.

Penangkapan ketiga tersangka berdasarkan bukti DO (Delivery Order) yang diperoleh dari Subdit Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Papua.

Bahwasanya ada indikasi penggelapan beras bulog untuk Bansos Covid-19, Timsus Polres Keerom dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Keerom, Iptu Bertu Haridyka, Sik melakukan penyelidikan.

Dan tepatnya di jalan Poros Arso VII Kabupaten Keerom, tim mendapati 3 (tiga) buah Truk pengangkut beras bansos.

Kemudian tim melakukan pengecekan dan mendapati beberapa karung beras yang tidak lagi sesuai dengan berat semestinya.

Selanjutnya tim membawa truk dan Supir beserta Kernet ke Mapolres Keerom guna penyidikan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal diketahui bahwa ketiga pelaku menjual beras dengan cara mengurangi isi dari beberapa karung beras dan mendapatkan uang sebesar Rp 1.600.000,- , kemudian menurunkan beras sebanyak 5 (lima) karung di salah satu Warung yang berada di Kampung Koya Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

Berikut dibawah ini Identitas Tersangka:

  1. Yesaya Bonai, (40) Laki-laki, warga Jalan Pemuda Kloofkamp Distrik Jayapura Utara Kota Jayapura (supir truk).
  2. Sale Denny Bonay, (25), Laki-laki, warga Jalan Palam Bhayangkara I Kec Jayapura Utara Kota Jayapura (supir truk).
  3. Maykel Sroyer, (51), Laki-laki, warga Jalan Pemuda Kloofkamp Distrik Jayapura Utara (supir truk).

Selanjutnya Identitas Saksi:

  1. Isak Kandipi (33), laki-laki, warga Jalan Pemuda Kloofkamp Distrik Jayapura Utara (kernet);
  2. Icon Wandiwoi, (44), laki-laki, warga Dok 8 Distrik Jayaputa Utara (kernet);
  3. Jack Bonay, (19), laki-laki, warga Argapura Besi (kernet);
  4. Demianus, (30), laki-laki, warga Hamadi Distrik Jayapura Selatan (kernet);
  5. Demo Yonai, (35) laki-laki, warga Hamadi Hanurata (kernet);
  6. Roy Wona, (30), laki-laki, warga Dok IV Distrik Jayapura Utara (kernet );
  7. Aples Aninam, (33), laki-laki warga Jalan Pemuda Kloofkamp Distrik Jayapura Utara (kernet).

Barang Bukti Yang di Sita :

  1. Uang tunai sebesar Rp 5.600.000 (hasil penjualan beras);
  2. 26 Buah karung beras bulog sebesar 1300 kg;
  3. 3 (tiga) lembar surat pengantar jalan (delivery order) beras;
  4. 1 (satu) unit truk Canter warna Kuning Nopol PA 8816 AH;
  5. 1 (satu) unit truk Toyota warna merah Nopol DS 9991 A;
  6. 1 (satu) unit truk Toyota warna hijau tanpa nopol.
    Tindakan Kepolisian Yang di Ambil

Setelah menerima laporan, petugas langsung mengamankan pelaku dan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Keerom terkait mekanisme pengiriman Bansos tersebut.

Juga pihak Kepolisian setempat telah melakukan penyelidikan dan penyidikan dan kasus ini telah di tangani oleh Satuan Reskrim Polres Keerom.

Kabid Humas Polda Papua Drs Ahmad Musthofa Kamal S.H mengatakan, setelah pihak penyidik melakukan tahap I, selanjutnya Tim akan menunggu apakah ada petunjuk (P-19) dari Kejaksaan, setelah itu akan di lengkapi.

Sementara saat ini ke Tiga tersangka telah di tahan di Rumah tahanan Mapolres Keerom.

Dan atas perbuatannya ketiga tersangka di jerat dengan Pasal 78 jo Pasal 65 UU RI No 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan Pasal 372 KUHP Pidana dengan Ancaman Hukuman penjara Minimal (4 tahun penjara) Maksimal (20 tahun Penjara).

Kabid Humas juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak memanfaatkan situasi ini untuk melakukan kecurangan dan mencari keuntungan di tengah pandemi Covid 19, yang telah menyengsarahkan masyarakat kita.(Ndo)

News Feed