by

Pulang dari TKW, Usai Persalinan Suami dan istri Buang Bayinya di Sungai Cakat

-Hukam-718 views

KPK | Tulang Bawang, Lampung – Kasus pembuangan bayi malang di Sungai Tulang Bawang, Dusun Cakat Raya, Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur, yang sempat menggemparkan warga setempat, dan Viral di medsos mulai terkuak.

Kasat Reskrim, AKP Sandy Galih Putra, S.H., S.I.K, mengatakan bahwa pembuangan bayi dilakukan oleh pasangan suami istri (Pasutri) berinisial SB (37), pria dan SE (24), wanita, yang merupakan warga Kampung Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji.

Sebelumnya Pasutri tersebut, telah ditangkap oleh Tekab 308 Polres Tulang Bawang, hari Minggu (26/07/2020), sekira pukul 13.00 WIB, di sebuah rumah kontrakan yang ada di Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang.

“Mayat bayi malang berjenis kelamin laki-laki tersebut, pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan, hari Minggu (26/07/2020), sekira pukul 07.40 WIB, berjarak 200 meter dari jembatan Cakat, di aliran Sungai Tulang Bawang,” ujar AKP Sandy mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Andy Siswantoro, S.I.K, Senin, (27/07/2020).

Kasat Reskrim menjelaskan, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas diperoleh informasi tentang kronologis Pasutri tersebut tega melakukan pembuangan bayi milik mereka ke aliran Sungai Tulang Bawang.

Mulanya pelaku berinisial SE ini bekerja sebagai TKW di Malaysia, hari Minggu, (19/07/2020), pelaku SE yang sudah dalam keadaan hamil tiba di Indonesia karena dipulangkan oleh agensi Citra Unggul Unggul Pulau Pinang, Malaysia.

Hari Rabu (22/07/2020), sekira pukul 17.00 WIB, pelaku SB membawa istrinya SE ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Tulang Bawang untuk melakukan persalinan.

Usai persalinan, hari Jum’at, (24/07/2020), sekira pukul 20.00 WIB, Pasutri tersebut keluar dari Rumah Sakit dan langsung membawa bayi milik mereka yang berjenis kelamin laki-laki menuju ke arah Menggala.

Saat melintas di jembatan cakat, pelaku SB yang merupakan suami dari pelaku SE langsung membuang bayi malang tersebut dengan cara melemparkannya dari atas jembatan ke Sungai Tulang Bawang.

“Motif Pasutri ini membuang bayi malang tersebut karena pelaku SE saat bekerja sebagai TKW di Malaysia telah menjadi korban pemerkosaan oleh majikannya dan hamil. Karena malu, bayi tersebut atas kesepakatan pasutri ini akhirnya mereka buang ke Sungai Tulang Bawang,” jelas AKP Sandy.

Akibat perbuatannya, pasutri ini dijerat dengan Pasal 80 ayat 4 Jo Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 4 Miliar.

News Feed