by

Anggaran Pembinaan Kesenian 2017 Lampura Diduga Mengendap di Dispora

-Daerah-338 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Anggaran pembinaan kesenian di Kabupaten Lampung Utara Tahun 2017, antara Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) diduga saling lempang tanggung.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Lampura, Nani Rahayu berujar bahwasanya persoalan itu bermula saat perubahaan struktur organisasi pemerintah daerah di Januari 2017. Saat itu ada pergeseran bidang kebudayaan, sebelumnya di Disporapar kepada Disdikbud. Yang diklaim satu kegiatan berhubungan dengan kesenian (sanggar seni), pembinaannya tertinggal di dinas pemuda olah raga dan pariwisata.

“Itu persoalannya tekhnis kemarin, karena masih menggunakan rekening dispora saat pengiputan di keuangan. Sehingga tertinggal, dan dilanjutkan oleh mereka. Kebetulan juga mereka meminta tolong kepada saya dalam proses realisasinya, “ujar Nani saat dimintai tanggapannya mengenai fenoma mati surinya sejumlah sanggar seni di kabupaten terkenal sebagai tanah lado Lampung itu melalui sambungan ponselnya, Rabu (15/7/2020).

Dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemuda Olah Raga Pariwisata (Disporapar) saling melempar tanggung jawab, saat keduanya dikonfrontasi mengenai persoalan itu. Dan untuk Dispora sendiri mengklaim itu bidang masuk di Kebudayaan (Disdikbud) namun diakui tak ada disana.

“Kalau setahu saya itu masuknya di Kebudayaan (Disdikbud) saat ini, kalau dikami itu hanya ada waktu-waktunya saja. Seperti saat ada perhelatan akbar atau kegiatan seremonila lainnya, dan tekhnisnya ada disana, “kata Kabid Pariwisata Dispora Lampura, Redy Apriyansyah diamini oleh
Sekretaris Trisno.

Kemudian di Tahun 2018, lanjutnya, kegiatan itu mulai diseleraskan dengam program di tempat barunya bernaung. Yakni disdikbud, sesuao arahan pusat. Dalam hal ini, Kemendikbud-RI melalui dirjen kebudayaan.

“Program itu habis di 2018, dan kita melanjutkannya di dinas pendidikan dan kebudayaan melalui pembiayaannya. Itu selaras dengan yang ada diprovinsi dan pusat, sehingga waktu itu kita sempat dapat pembinaan dari pusat dan kongres kebudayaan yang dilaksanakan oleh Kemendikbud. Jadi itu persoalannya berawal, “pungkasnya.

Penggiat Seni di wilayah Kabupaten Lampung Utara mengharapkan perhatian pemerintah. Pasalnya, selama lebih dari tiga tahun belakang ini kurang bahkan tak ada realisasinya.

Meski sebelumnya, program tersebut telah dianggarkan pada oleh pemerintah daerah, dalam menghidupkan kegiatan seni dikabupaten berjuluk “Bumi Ragem Tunas Lampung” (Ratula). Menurut sesepuh Dewan Kesenian Lampura (Dekalu), Djuhardi Basri, saat ini terkesan penggiat seni berjalan sendiri tanpa dukungan. Sehingga kegiatan yang seharusnya dapat meningkatkan profesional kerja menurun, bahkan dilapangan beberapa diantaranya vakum atau mati suri (sanggar seni).

“Harapan kami (penggiat seni), kegiatan seni di Lampura dapat berjalan baik sebagaimana mestinya. Sebab, bila menilik saat ini, hal demikian hanya terkesan ceremonial belaka. Dengan kata lain, hanya dalam event-event tertentu saja sementara untuk proses dilapangan hampir dikatakan tak ada, “kata pria yang bersahaja aktivitas kesehariannya sebagai Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP
Universitas Muhammadiyah Kotabumi (Umko).

Pihaknya berharap kepada pemerintah, khususnya dinas/instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih. Khususnya mendukung peningkatan kegiatan seniman, hingga dapat menambah suasa nyaman dan tentram ditengah-tengah masyarakat. Baik itu melalui bantuan langsung, ataupun lainnya hingga dapat mensupport mereka melaksanakan kegiatan seninya.

“Seperti saya misalnya, bergerak diseni teater, itu setidak ada 15 sanggar melaksanakan kegiatan tapi saat ini kondisinya seperti banyak diketahui bersama (mati suri). Harapan kami tak muluk-muluk, kalau ada istilah kompensasi bagi mereka (penggiat) dalam menopang hidupnya melalui mekanisme dan aturan dianjurkan. Tidak perlu banyak, yang penting bentuk perhatiannya itu ada, “terangnya.( Tim/Hamsah)

News Feed