by

Jamaah Ponpes Al-Falah Minhajul Karomah Bermunajat dengan Zikir Ratibul Haddad

-Ragam-193 views

KoranpemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Falah Minhajul Karomah, Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara melangsungkan Zikir Ratibul Haddad/Al-Alaydrus, Jum’at malam Sabtu, 2 Juli 2020.

Zikir dimaksud dilaksanakan jamaah para santri Ponpes pimpinan Ustadz KH. Maskuri, dan diikuti Kepala Desa Sawojajar, Mulyanto, serta warga sekitar, sebagai suatu rutinitas dalam menunaikan syariat Islam.

“Zikir Ratibul Haddad/Al-Alaydrus kami laksanakan secara rutin sebagai salah satu munajat agar seluruh santri Ponpes Al-Falah Minhajul Karomah juga warga Desa Sawojajar dan masyarakat Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara, mendapatkan syafaat dan barokah dari Allah SWT,” tutur Ustadz KH. Maskuri, didampingi Kades Sawojajar, Mulyanto, kepada Media Jum’at malam Sabtu, 2 Juli 2020, di lokasi.

Selain jamaah para santri dan warga sekitar, hadir juga Habaib Idrus Assegaff bin Ali bin Hasan Assegaff dan jamaah.

Sejarah Singkat Penyusun Ratib

Al Allamah al Imam as Sayyid Abdullah bin Alwi al Haddad merilupakan salah seorang ulama besar waliyyulah yang hidup di akhir abad ke-16.

Beliau seorang ahli dakwah yang selalu memperjuangkan agama Islam yang suci dengan lisan dan tulisan penanya.

Beliau dilahirkan di salah satu pinggiran kota Tarim, Hadramaut, Yaman Selatan, pada 5 Shafar 1044 H dan dibesarkan di kota tersebut.

Sejak kecil, beliau sudah kehilangan indera penglihatannya disebabkan penyakit cacar, namun tidak mengurangi tekad beliau untuk mempelajari dan mendalami agama sehingga pada akhirnya menjadi tokoh terkemuka di jamannya.

Beliau juga seorang guru yang giat dalam mendidik murid-muridnya dan membimbing para peminat ilmu menuju jalan Allah SWT.

Karenanya, banyak pelajar dari segala penjuru yang datang untuk menimba ilmu dengan kepada beliau.

Beliau juga sering merantau ke luar negeri untuk berdakwah dan menyebarkan agama dengan lisannya.

Dalam berkarya tulis, beliau selalu berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, hadist-hadist Rasulullah SAW, dan petuah-petuah para tokoh agama dan imam terkenal.

Sehingga karyanya tersistem dengan baik susunan kata-katanya, kukuh segi bahasanya, dan amat luas penganalisaannya. Tak heran, bila karya tulis beliau banyak dikagumi para ilmuwan.

Salah satu karya beliau yang termasyhur adalah kitab Nashaih ad Diniyyah dan telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa, diantaranya bahasa Indonesia.

Beberapa karya beliau lainnya adalah Ad Saabilul Iddikar, Al Fushulul Ilmiyah wal Ushulul Hikmiyah, dan masih banyak lainnya.

Al Habib Abdullah wafat pada Selasa, 7 Dzulqaidah 1123 H pada usia 79 tahun dan dimakamkan di pemakaman Zambal di kota Tarim Hadramaut. (dikutip dari pengantar buku Zikir Ratibul Haddad.red). (Ardi/Hamsah)

News Feed