by

Kasatker Asni: Soal LHP BPK Terkait Proyek Jalan & Jembatan Holtekam Sudah Diselesaikan!

-Daerah-195 views

KPK | Kota Jayapura – Sorotan ketua Lembaga Swadaya Masyarakat {LSM} Wadah Gerakan Anak Bangsa {WGAB} Provinsi Papua terkait dugaan korupsi (Mark-up dan pembayaran tak sesuai volume/progress) di lapangan, akhirnya diklarifikasi Kepala Satuan Kerja (Ka. Satker) Pembangunan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 Jayapura.

Ka. Satker bernama Asni yang adalah seorang perempuan ini dalam keterangan tertulisnya menerangkan, LHP BPI RI seperti terekspos sebelumnya pada berita media KD tertanggal 4 juni 2020 lalu, sebenarnya sudah diverifikasi oleh pihak Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

“Terkait temuan tsb sdh ditindak lanjuti dan sdh diverifikasi oleh Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR.” Tulis kasatker siang tadi, 8 Juni 2020.

Kasatker yang cukup makan garam menjadi Pejabat Pembuat Komitmen alias PPK di Satker PJN wilayah 1 Jayapura ini menambahkan, bahwa penjelasan klarifikasi yang sama juga sudah pernah disampaikan kepada salah satu wartawan ketika berjumpa dengan mantan kasatker bernama Saut P, Munte di kantor Satker Tanah Hitam Abepura.

“Pak ( ….red…. ) sdh mendapat penjelasan langsung dari Pak Saut, selaku kasatker yg lama dan Pak Irfan selaku PPK nya,” tulis Asni.

Lantas ditanyai soal kebenaran kunjungan pimpinan LSM WGAB ke instansi vertikal itu dalam memenuhi panggilan Satker PJN Wilayah 1, kasatker membenarkan kunjungan ketua LSM bernama Yerry Basri Mak, tertanggal 5 juni lalu. “Siang pak. Sdh pak hari jumat tgl 5 juni,” tulis kasatker mengakui.

Sayangnya, pimpinan LSM WGAB tidak transparan ataupun jujur memberitahukan kebenaran kunjungannya ke kantor Satker minggu lalu. Hasil kunjungannya seperti apapun masih belum dibeberkan sama sekali ke awak media yang sudah mengekspos berita tersebut dengan pimpinan LSMnya selaku Nara Sumber.

Herannya lagi, pertemuan yang dilakukan 5 juni 2020 minggu lalu, beberapa wartawan yang sudah merillis berita tentang dugaan korupsi atas LHP BPK RI itu sama sekali tak dipanggil bersama ketua LSM WGAB Yerry Basri Mak, SH, untuk bersama-sama mendengar langsung klarifikasi Satker maupun pihak Balai. {•Crew Wartawan KPK Papua•}.

News Feed