by

Pentolan KKB Oniara Wonda Akhirnya Dilumpuhkan Personil Gabungan

-Hukam-361 views

KPK | Kota Jayapura – Salah satu pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Papua, berhasil dilumpuhkan oleh Personil Gabungan di wilayah Puncak Jaya Papua tepatnya pada hari Minggu, 31 Mei 2020.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat jumpa Pers menjelaskan, kronologis penangkapan Oniara terjadi di kampung Igimbut, distrik Pagalame, Kabupaten Puncak Jaya pada hari minggu 31 Mei sekitar pukul 19.30 wit.

” Jadi keberadaan Oniara ini sudah di pantau personil di lapangan, saat mendapat informasi bahwa target sedang berada di kota Mulia, tepatnya di kampung Igimbut, personil gabungan lalu mendatangi lokasi dan melakukan penyergapan dan penangkapan terhadap Oniara yang saat itu berada di rumah Yotinus Telenggen alias Vandem Telenggen,” bilang Kapolda. Selasa (02/06/20).

Namun di saat hendak melakukan penyergapan dan penangkapan, Oniara Wonda berusaha melarikan diri, Sehinga petugas terpaksa mengeluarkan tembakan ke arah kaki untuk melumpuhkan, setelah itu Target berhasil diamankan dan selanjutnya dibawa ke RSUD Mulia untuk mendapatkan perawatan.

Saat diamankan disita juga beberapa barang bukti, yakni 1 Buah Tas Warna Hitam Merek Original Track Gress, 1) Buah Kemeja Warna Putih Garis Abu-Abu, 1 Buah HP Samsung Z 2, 1 Buah Hp Tab Advan, 1 Buah Hp Oppo.

Lagi kata Kapolda, bahwa setelah luka tembak di obati, tanggal 1 juni kemarin Oniara kita terbangkan ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit Bhayangkara. ” Jelas Kapolda Papua.

Berikut kata Kapolda, Oniara Wonda adalah bagian dari Pasukan KKB Pimpinan Purom Okiman Wenda yang terlibat dalam beberapa aksi penembakan dan perampasan Senjata Api milik Personil Polri.

” Jadi Oniara Wonda ini adalah adik dari Rambo Wonda salah satu anggota KKB puncak Jaya yang sudah kita amankan, Oniara ini sudah melakukan aksinya sejak tahun 2011, sejumlah tindak kejatahan Oniara ini adalah; melakukan Perampasan SMR (Senjata Mesin Ringan) jenis Arsenal di Kabupaten Puncak Jaya, bulan Januari Tahun 2011 yang mengakibatkan 1 Personil Brimob Papua Meninggal dunia.

Juga penembakan dan penyerangan serta Perampasan Senpi Organik Jenis Revolver milik Kapolsek Mulia Akp Dominggus Awes di Bandara Mulia Puncak Jaya yang menyebabkan AKP Dominggus Awes Meninggal dunia. Kejadiannya ini pada bulan November tahun 2011.

Lagi di tahun yang sama Oniara melakukan aksi Perampasan Senpi Organik Res Lanny Jaya Jenis AK-47 yang dipegang oleh Brigpol Amaluddin Elwakan pada tahun 2011 di Tiom.

Oniara juga di tuding bertanggung jawab atas Penembakan dan penyerangan Polsek Pirime pada bulan November tahun 2012 yang mengakibatkan 3 anggota Polsek Pireme meninggal dunia,” ujar Kapolda.

” Pada Tahun 2010 Oniara juga terlibat langsung dalam aksi penghadangan dan penembakan terhadap Mantan Kapolri Jendral (Purn) Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Papua. ” Saat itu saya masih Wakapolda Papua dan kejadiannya itu pada tanggal 28 November tahun 2012. Saat itu Pak Tito dalam giat mengunjungi TKP Polsek pirime yang sebelumnya di serang,” urai Kapolda.

Tidak sampai disitu saja dirinya juga melakukan penyerangan dan penembakan serta pencurian Senjata Api milik Anggota Polri di Jln Trans Indawa-Pirime tanggal 28 Juli 2014, Penembakan terhadap Anggota TNI 756 di lapangan Terbang di Distrik Pirime Kabupaten Lanny jaya yang mengakibatkan 1 Personil TNI luka tembak pada tahun 2015 dilakukan atau di pimpim oleh pelaku yang sama.

” Oniara Wonda ini juga yang melakukan Penembakan terhadap Personil Satgassus Papua pada bulan desember tahun 2017 di Puncak Popome, saat melaksanakan giat pemetaan terjadi penembakan terhadap aparat TNI/Polri, Satgas Ops Nemangkawi, saat akan dilakukan penegakan hukum di Markas Balingga Kabupaten Lany Jaya pada tgl 3 November tahun 2018 lalu,” katanya lagi.

Atas serangkaian aksi kejahatannya, Oniara Wonda dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP, 338 KUHP, 365 KUHP, dan 351 Ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 55 KUHPidana.

” Pasal yang disangkakan kepada Oniara ini banyak ya, dan akan disidang semuanya berdasarkan perbuatannya dan ancaman hukumannya bisa penjara seumur hidup atau pidana mati,” tegas Kapolda.

Kapolda Papua juga menegaskan bahwa Polda Papua bersama Kodam XVII/Cenderawasih akan terus melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terus mengganggu stablitas keamanan di Provinsi Papua.

” Kami mengharapkan dukungan dan peran serta para tokoh adat, tokoh masyarakat, untuk membantu Aparat Keamanan dalam melakukan penindakan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata yang selama ini mengganggu stabilitas keamanan dan yang telah meresahkan masyarakat di Papua.” Pungkas Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw.

News Feed