by

Kabid Humas: Tidak Ada Penyerangan Pos Milik TNI-Polri Oleh KKB di Nduga

-Daerah-269 views

KPK | Kota Jayapura – Beredarnya informasi di media sosial maupun media online, juga isu diluar sana yang mengatakan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah melakukan penyerangan dan perampasan amunisi serta menduduki 4 pos darurat TNI/Polri oleh di Kabupaten Nduga, itu sama sekali tidak benar atau Hoax.

” Jika anda membaca atau telah mendengar pernyataan dari Jubir Komnas -TPNPB Sebby Sambom yang mengatakan dalam rilisnya, bahwa telah melakukan penyerangan terhadap pos TNI-Polri yang ada di Kabupaten Nduga dari tanggal 18 hingga 25 Mei lalu dan telah merampas Amunisi serta alat komunikasi dan perlengkapan militer diantaranya, 60 Magasen Peluru Aktif dengan Amunisi sebanyak 1.800 Butir, serta Puluru Rantai 3 Unit, 16 Peluru Roket Basoka, 13 buah Tas Ransel ,12 HP Kamera Merek Samsung, 6 buah HT, 2 HP Satelit Inmarsat dan Thuraya, 15 buah Rompi Anti Peluru, Sepatu, Baju – Celana dan Peralatan lainnya milik TNI/Polri dan telah menduduki 4 Pos darurat TNI/Polri. Semuanya adalah tidak benar, alias Hoaks. Tegas Mustofa Kamal.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan, KKB pimpinan Egianus Kogoya terus melakukan provokatif dan menyebarkan berita atau informasi yang menimbulkan kepanikan warga di Papua khususnya di Kabupaten Nduga.

” Kami tidak pernah menerima laporan dari Polres Jajaran terkait kejadian tersebut di atas. Terkecuali Yang terjadi penganiayaan dan perampasan senjata api milik anggota Polri yang berada di Pos Pol 99 Polres Paniai pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2020 lalu. Yang mana Selain kejadian perampasan 3 pucuk senjata di Pospol 99, KKB juga melakukan aksinya di beberapa daerah yakni penembakan terhadap warga non karyawan di Mile 61 Area Freeport Kabupaten Mimika pada hari Kamis tanggal 21 Mei 2020 dan melakukan penembakan terhadap dua petugas medis di Intan Jaya pada hari Jumat tanggal 22 Mei lalu yang menyebabkan satu petugas medis gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di Distrik Wandai Kabupaten Intan Jaya. Untuk satu tenaga medis yang selamat, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire.” Kata Kamal.

Dirinya menambahkan bahwa, komitmen penegakan hukum bagi penjahat separatis akan dilakukan dengan segala daya yang dimiliki pihaknya,” Kami akan terus mengejar para pelaku, memang anggota kami dilapangan mengalami hambatan karena medan yang sulit, tetapi itu bukan suatu halangan bagi TNI/Polri untuk melakukan penegakkan hukum kepada kelompok – kelompok pengacau, pembuat onar dan kejahatan yang tidak suka kedamaian akan kami kejar demi penegakan hukum dan ketentraman di wilayah itu,” tegas Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Hamad Mustofa Kamal, SH. (Nando)

News Feed