by

Meninggal Diduga Kena Semprotan Water Canon, Polisi Dalami Penyebabnya

-Daerah-302 views

KPK | Kota Jayapura – Kepolisian Polresta Kota Jayapura akan melakukan penyidikan lebih lanjut, pasca meninggalnya Justinus Silas Dimara (25), warga Jalan Amphibi Kelurahan Hamadi yang diduga kematiannya akibat semprotan mobil meriam air (Water Cannon) milik Kepolisian Daerah Papua. Senin, 25 Mei 2020.

Penyemprotan dilakukan karena ada informasi dari warga, bahwa masih ada beberapa orang yang tidak mengindahkan perintah atau imbauan tentang larangan beraktivitas di atas pukul 14.00 WIT.

Sebagaimana aturan pembatasan sosial di Kota Jayapura, bahwa aktivitas kegiatan di luar rumah hanya sampai pukul 14.00 WIT.

Kronologis yang dikeluarkan Polresta Kota Jayapura menyebut, awalnya personel yang melaksanakan pengamanan sekat pembatasan wilayah di Hamadi Pantai mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada sekelompok orang sedang mengonsumsi miras di depan restoran Tenderloin dan tidak menghiraukan imbauan petugas serta melempar botol minuman ke lantai.

Mendengar itu personel gabungan dari Satgas Covid Provinsi Papua terdiri dari Bid Propam, Dit Samapta Polda, TNI, dan RAPI dengan menggunakan truk dari Dit Samapta Polda serta Anggota Polresta Jayapura Kota datang menggunakan Mobil AWC merespons laporan dengan mendatangi lokasi.

“Korban meninggal akibat benturan di kepala usai terjatuh di tangga ruko. Kita juga akan melakukan pendalaman terkait penyebab kematian warga ini, baik oleh Polsek, Polresta dan Polda Papua,” cetusnya.

Kata Kapolresta belum bisa menyampaikan penyebab kematian korban apakah akibat semprotan langsung dari water Canon atau tidak, dirinya masih menunggu hasil pemeriksaan.

” Selanjutnya hasil pemeriksaan dan bukti serta petunjuk dari rekaman CCTV akan kita lihat. Apakah akibat semprotan langsung atau hanya karena berusaha mau menghindar, karena panik dan takut yang membuatnya terjatuh. Belum bisa kita pastikan, nanti setelah ini, ” bilang Kapolresta.

Dirinya pun menambahkan bahwa meninggalnya Justinus Silasa Dimara (25), telah diterima oleh pihak keluarga.

“Saya juga termasuk Keluarga dari korban, intinya hari ini kami masih fokus dengan pemakaman korban. Untuk perkembangan selanjutnya saya pastikan kasus ini benar-benar objektif, dan akan kami laporkan kepada Pimpinan,” ungkapnya.

Lagi tambahnya, apabila nanti hasil akhir menyatakan bahwa ada kelalaian hingga menyebabkan kematian warga, Kapolresta memastikan akan ada sanksi dan tindakan tegas terhadap oknum anggota tersebut.

” Intinya kami masih lakukan pengembangan, nanti akan sampaikan lagi,” tegas Kapolresta Kota Jayapura. (Mhayk)

News Feed