by

Penembakan di Intan Jaya Oleh KKB, Dua Orang Tenaga Medis Jadi Sasaran

-Hukam-274 views

KPK | Kota Jayapura – Peristiwa penyerangan dan penembakan kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata, terhadap dua orang petugas kesehatan yang tergabung dalam tim gugus tugas covid-19. Pada hari Jumat, 22 Mei 2020 Pukul 09.00 Wit.

Kejadian bermula saat salah satu korban bernama Heniko Somou, melihat gerak gerik KKB yang pada saat itu diketahuinya telah berada di Distrik Wandai, sebelumnya di Distrik Ndeotadi.

Korban yang dalam perjalanan mengantar obat-obatan untuk pencegahan dan pengobatan pasien covid-19, serta yang mengetahui keberadaan KKB pada saat itu, merasa perluh untuk menyampaikannya ke warga Distrik Wandai yang kebetulan pada saat itu ramai dengan aktivitas jual beli di pasar.

Niat ingin menolong sesama, tanpa memikirkan diri sendiri yang dalam ancaman bahaya yang mengikutinya. Korban terus mendesak agar aktivitas jual beli di pasar segera di hentikan untuk menghindari diri dari hal-hal yang tidak di inginkan.

Melihat dan mendengar hal itu, KKB langsung melakukan pengejaran terhadap korban Heniko Somou, di areal pasar Kampung Mbugulo Distrik Wandai dan saat korban mengetahui kalau dirinya di kejar oleh KKB, korban langsung berlari menuju rumah Alemanek Bagau bermaksud untuk bersembunyi dan menyelamatkan diri dari kejaran Kelompok Kriminal Bersenjata.

Namun ketika sampai di rumah Alemanek Bagau, korban Heniko Somou di sambut dengan beberapa tembakan oleh KKB tepat ke arahnya, yang membuat korban terkapar tidak berdaya. Alemanek Bagau yang melihat kondisi korban, keluar dan berusaha menolong, tetapi dirinya pun mendapat penganiayaan dan di tembak oleh Kelompok Pengacau Keamanan.

Setelah melakukan aksinya dan melihat kedua korban sudah tidak berdaya, kelompok tersebut segera meninggalkan lokasi kejadian dan menuju ke Kampung Jae Distrik Wandai.

Selang beberapa jam kemudian masyarakat Kampung Mbugulo mengevakuasi kedua korban menuju ke Distrik Homeyo melalui jalur trans papua.

Pukul 16.30 Wit personil Polres Intan Jaya mendapat Informasi dari salah satu tenaga medis yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya, bahwa telah terjadi penembakan terhadap dua orang tenaga medis, Alemanek Bagau dan Heniko somau.

Menurut informasi yang diterima, korban Heniko Somau dinyatakan meninggal dunia, sedangkan Alemanek Bagau dilaporkan kondisinya kritis dan masih di rawat di Pastoral Wandai.

Pasca kejadian, Kapolres Intan Jaya AKBP Yuli Karre Pongbala bersama dengan anggotanya Polres dan personil TNI menuju ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban ke Kabupaten Nabire dengan menggunakan pesawat SMART AIR. Dan pada pukul 10.20 Wit, korban Alemanek Bagau tiba di Kabupaten Nabire dengan menggunakan pesawat SMART AIR dari Bandar Udara Sugapa Kabupaten Intan Jaya.

Pukul 10.30 Wit, korban dievakuasi ke RSUD Nabire dengan menggunakan Ambulance Satgas Covid-19, guna mendapatkan pertolongan medis.

Perluh diketahui bahwa lokasi kejadian yang sangat jauh serta medan yang sulit, merupakan salah satu hambatan yang dihadapi oleh anggota di lapangan. Juga untuk menuju ke lokasi tersebut kita butuhkan waktu kurang lebih 5 jam untuk tiba di lokasi. Syukur..itu bisa di lalui sehingga korban dapat di evakuasi. Ujar Mustofa.

Lagi menurutnya, Distrik Wandai belum ada Pos Polisi serta belum adanya jaringan Telekomunikasi. Dari delapan Distrik yang ada di Kabupaten Intan Jaya, baru tiga Distrik saja yang ditempati oleh pasukan TNI/Polri. Sedangkan lima Distrik yakni, Distrik Tomasiga, Agisiga, Ugimba, Wandai dan Iyandoga belum ada pos TNI/Polri, katanya.

Berikut di bawah ini adalah identitas korban dan tindakan Kepolisian :

  1. Heniko Somou alias Koni, pegawai kesehatan kab. Intan Jaya (tim gugus covid-19), luka tembak pada bagian kaki kiri dan kanan, dinyatakan telah meninggal dunia (MD).
  2. Alemanek Bagau, pegawai kesehatan kab. Intan Jaya (tim gugus covid-19), mengalami luka tembak pada bagian kaki dan tangan, kini dalam kondisi masih kritis.

Tindakan Kepolisian:

Menerima Laporan, Mendatangi TKP, melakukan Koordinasi dengan Bupati dan Dandim Intan Jaya, mengevakuasi Korban ke Nabire, melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata, melakukan penyelidikan dan penyidikan. Kini kasus tersebut dalam penanganan Polres Intan Jaya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH, sangat menyayangkan kejadian tersebut, apalagi kedua korban ini adalah tenaga medis yang mempunyai tugas mulia untuk membantu dan melayani masyarakat dalam bidang kesehatan.

Apalagi sekarang ini pemerintah sedang menghadapi pandemi covid-19, yang benar-benar buruk, yang membuat negara terkonsentrasi untuk menangani penyebaran virus ini, sampai ke pelosok-pelosok, tidak terkecuali dan ini membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Tetapi lagi-lagi terhambat oleh kejadian penembakan yang dilakukan oleh KKB yang telah merenggut satu nyawa tenaga medis, dari tim gugus tugas covid-19.

Saat ini korban, Alemanek Bagau telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Nabire dan korban yang meninggal dunia sementara ini masih menunggu kesepakatan pihak keluarga untuk dimakamkan di Sugapa Kabupaten Intan Jaya. (Nando)

News Feed