by

38 Rumah Warga Kotaalam Terdampak Banjir

-Daerah-609 views

KPK | Kotabumi – Lurah Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Felix Sulandana berjanji tindak lanjuti aspirasi warga terdampak banjir disekitar aliran Way (sungai) Sesah. Hal itu tampak dia bersama jajaran meninjau lokasi terdampak cukup parah akibat hujan kemarin petang sampai dengan hari ini, Senin (14/2/2020) siang. Hingga warga yang berada di Tanjung Alam Permai, Rt/Rw 014/005 terisolasi akibat akses terputus karena tergenang air.

“Ya hari ini kita turun untuk melihat keadaan rakyat, disini ada 4 rumah tepatnya terdampak air bah. Itu sudah masuk data, dan insyallah akan segera turun bantuan, “kata Felix di lokasi pemukiman warga terdampak banjir.

Ia juga mengaku cukup kesulitan mengakses wilayah yang berada di daerah perbatasan dengan kelurhan Tanjung Harapan menjadi keluhan warga itu. Praktis keadaan cukup menyulitkan, sehingga banyak warga memilih berdiam diri. Dan itu akan disampaikan kepada instansi terkait dan pimpinan tertinggi disana, dalam hal ini Plt Bupati Budi Utomo.

“Saya sempat merasakan juga apa yang dirasakan warga disini, insyallah kedepan akan ditindak lanjuti. Dan hari ini bahan saya untuk melaporkan pada pimpinan, “terangnya.

Terkait penyebab banjir karena ada pendangkalan aliran Way Sesah, pihaknya juga akan menindak lanjuti agar ada pengerukan dilakukan oleh organisasi perangkat daerah disana. Sehingga saat musim hujan tiba, tidak ada lagi rumah milik warga tergenang air.

“Semua sedang kita data ini, dan untuk kelurahan disini sudah ada 38 rumah terdampak. Selaon di Rawa Karya 34 rumah dan sisanya disini, insyallah tidak lama lagi akan tiba, “tambahnya.

Tokoh pemuda setempat, Tori menambahkan banjir pasca hujan lebat kemarin tidak hanya menggenangi pemukiman dan perkebunan warga. Namun akses vital moda transportasi warga disana mengalami hal serupa. Sehingga mengisolasi penduduk beraktivitas, mulai dari ekonomi sampai sosial lainnya.

“Kami jadi terisolasi begini, maklum saja jalan berada diperbatasan tergenang air. Sementara sisi lainnya kearah jalur dua tergenang, sementara disini hanya ada dua jalur itu dipergunakan warga. Harapannya ada peningkatan, dibuatkan gorong-gorong atau jembatan sekalian, “imbuhnya.

Sebelumnya, warga terdampak banjir di Rt/Rw 014/005 Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan mengaku belum pernah mendapatkan bantuan.

Berdasarkan pengamatan dilapangan, Selasa (14/4/2/2020) siang posisi ketinggian air masih diatas paha orang dewasa. Akibat luapan air di aliran Way (sungai) Sesah, setidaknya ada dua keluarga yang masih terdampak genangan air, kedua rumah itu tampak kosong. Tidak hanya menggenangi areal pemukiman, juga jalan dan areal perkebunan dengan hamparan luas tergenang air bah sehingga menghambat aktivitas masyarakat.

“Cukup merepotkan juga bang, apalagi istri sedang hamil tua. Terpaksa kami mengungsi ketempat keluarga berada tak jauh, “kata Mahyuni Efendi, salah seorang warga terdampak banjir disana.

Menurutnya, kenaikkan debit air berawal sehari sebelumnya. Pasca hujan lebat yang mengguyur Kotabumi dan sekitarnya. Sehingga bergotong-royong mengungsikan barang berharga yang dapat diselamatkan.

“Setelah sebelumnya mengungsikan anakm dan istri yang telah menunggu waktu melahirkan. Baru setelah itu membereskan barang-barang yang dapat diselamatkan, itu pun hanya bantuan dari warga sekitar, “terangnya.

Pria yang keseharian bekerja sebagai petani dan buruh serabutan itu berharap ada perhatian dari pemerintah. Sebab, selama ini terkesan tidak gerakan, padahal hampir setiap tahun menjadi korban. Sejak Tahun 2013 menghuni rumahnya, namun belum pernah mendapatkan bantuan.

“Ya itulah yang kami sesalkan, kenapa selama ini tidak pernah ada bantuan. Boro-boro ada petugas membantu saat awal kejadian banjir, pernah sih di foto-foto tapi tak pernah ada bantuan yang datang. Kami cukup sabar menanti, apalagi ini sudah hampir satu dekade, “imbuhnya.

Marta warga terdampak banjir luapan air dialiran Way Sesah akibat ada pendangkalan sungai disana. Seharusnya ada rehabilitisasi aliran, sebab, belum pernah dilaksanakan sampai detik ini. “Kemarin pernah ada rehabilitasi aliaran Way Sesah, tapi tidak sampai disini. Akibatnya ya begini, aktivitas terhambat akibat jalan tergenang air. Sehingga memutuskan aktivitas warga, khususnya mencari keperluan sehari-hari, “terangnya.

Warga berharap pemerintah dapat jeli melihat kondisi masyarakat dilapangan. Sebab, selama ini seperti tidak aksi dilapangan, hanya sekedar pendataan diatas kertas. Dan realisasinya tidak pernah ada atau diterima penduduk terdampak air bah

“Ya kami berharap pemerintah ada perhatian, jalur lintas aktivitas masyarakat masyarakat terputus disini karena disini semua jalan tergenang air. Besar harapan masyarakat dapat dibangun jembatan disana, tepatnya kearah jalur dua. RLS

News Feed