by

Diduga Ground Penangkal Petir Dangkal, Sambaran Petir Rusak Rumah Warga

-Ragam-418 views

KoranPemberitaankorupsi.com | Lampung Utara – Sebuah rumah dan barang- barang elektronik serta material di pemukiman warga Dusun Dorowati, Desa Penagan Ratu, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, hancur dan rusak tersambar petir, Rabu (8/4/2020) tadi malam.

Dedi Adrianto, warga setempat yang rumahnya terserang sambaran petir itu, menyebutkan, kejadian saat hujan lebat disertai angin. Tiba-tiba terdengar suara ‘menggelegar’ dari atap rumah lantai atas.

“Beruntung saat kejadian, kami berada di lantai bawah. Alhamdulillah tidak ada korban. Namun, atap rumah jebol dan sejumlah perabotan rumah tangga hancur berantakan akibat serangan petir tersebut,” kata eks-legislator Lampura ini.

Dedy Andrianto juga menambahkan serangan petir tidak hanya menyambar rumahnya saja. Namun, sejumlah material dan perabotan elektronik milik warga sekitar ikut rusak akibat dampak dari serangan gelek itu. Pihaknya kini tengah mendata perabotan milik warganya yang rusak akibat musibah itu.

“Dampak serangan petir selain rumah, barang elektronik seperti kulkas, televisi, ac, lampu-lampu dan perabotan lektronik lainnya rusak. Kami masih mendata rumah dan barang apa saja yang rusak akibat serangan petir itu,” cetus Dedy, seraya menyebutkan serangan petir yang menyambar rumah dan barang elektronik milik warganya diduga akibat adanya tower yang berada di tengah pemukiman penduduk setempat.

“Diduga ground penangkal petir di tower Dusun Dorowati kurang dalam, sehingga mengakibatkan rumah warga dan barang barang elektronik yg ada di sekitar tower tersambar petir. Kami meyakini kejadian ini akibat adanya tower itu,” kata Dedi seraya menambahkan pihaknya kini tengah mendata dan membuat laporan terkait musibah itu.

Dia bersama warga meminta agar perusahaan pengelola tower bertanggungjawab terhadap kerugian materi yang ditimbulkan oleh sambaran petir dan memperbaiki sistem pengamanan penangkal petir yg telah terpasang. Sehingga, tidak terulang kembali kejadian serupa.

Dedy melanjutkan, apabila pihak perusahaan tidak menindak lanjuti musibah ini dan tidak memberikan solusi kepada warga, maka warga sekitar akan menandatangani kesepakatan bersama agar pemerintah daerah mengevaluasi izin berdirinya tower tersebut.

“Atau mencabut izin operasional tower, karena kesalamatan warga lebih utama dari pada manfaat yang diberikan oleh adanya tower itu,” tutup Dedi. (ar/Hamsah)

News Feed